Panyabungan| Kabupaten Mandailing Natal (Madina) adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Utara, Berdiri pada tanggal 09 Maret 1999 berdasarkan UU no 12 Tahun 1998
Kabupaten Mandailing Natal pertama kali dipimpin oleh politisi golkar yaitu Amru Daulay,
Menjadi nakhoda Kabupaten baru tentunya memiliki banyak tantangan dan waktu lima tahun sesungguhnya waktu yang sangat singkat untuk mencapai Visi dan misi. Hingga akhirnya Amru Daulay mencalonkan kembali menjadi Bupati Pada Pilkada tahun 2005 berpasangan dengan Hasim Nasution, kontestasi pada pilkada tersebut diikuti oleh 4 pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati.
Pasangan no urut 1 Nahar dan Ucin, no urut ke 2 adalah pasangan Taufik Margandi dan Syafrudin AnNataly, kemudian pasangan Erwin Lubis dan Akhiruddin Nasution di nomor urut 3 sedangkan pasangan Amru Daulay dan Hasim Nasution di nomor urut 4.
pertarungan gagasan dan dengan kreativitas tim pemenangan pada akhirnya KPU Mandailing Natal menetapkan pasangan No urut 4 menjadi Bupati dan wakil Bupati 2005/2010. Atau lebih tepatnya pasangan dengan nomor urut genap.
Selanjutnya pada Pilkada tahun 2010 Kabupaten Mandailing Natal, ada 7 pasangan calon kepala daerah yang merupakan putra terbaik tanah ‘gordang sambilan’ mengikuti kontestasi untuk melanjutkan kepemimpinan Amru Daulay, ketujuh pasangan itu adalah, yakni:
- Zulfarmin Lubis-Ongku Sutan Nasution
2.Aswin Parinduri-Syarifuddin Lubis
3.Irwan Hamdani Daulay- Samad Lubis
4.Naharuddin Lubis-Nuraman Ritonga
5.Arsyad Lubis-Azwar Indra Nasution
6.Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution
7.Indra Forkas Lubis-Firdaus Nasution.
Pilkada ini dimenangkan oleh pasangan nomor urut 6 yaitu Pasangan Hidayat dan Dahlan. Lagi-lagi nomor genap yang menjadi pemenangnya.
Selajutnya pada pilkada tahun 2015 ada tiga pasangan calon yang bertarung yaitu: Yusuf Nasution dan Imron Lubis sebagai nomor urut 1, kemudian pasangan Dahlan Nasution-Sukhairi mendapat nomor urut 2. Dan pasangan Saparuddin Haji dan Miswaruddin Daulay mendapat nomor urut 3.
berdasarkan keputusan KPU Kabupaten Mandailing Natal kala itu, pasangan Dahlan Hasan Nasution dan Ja’far Suhairi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madina terpilih. Lagi-lagi nomor urut angka genap sebagai pemenang.
“Apakah ini sebuah kebetulan atau hanya keberuntungan, faktanya setiap Pilkada di Mandailing Natal sejak tahun 2005 sampai 2015 kemenangan ada di pasangan dengan no urut genap. Beberapa hari yang lalu KPU telah memfasilitasi pencabutan nomor urut pada Pilkada 9 desember mendatang, apakah keberuntungan juga akan diraih oleh angka genap? mari kita tunggu hasilnya 9 Desember 2020,
“Apakah secara kebetulan atau tidak, nomor urut 2 (angka genap) pada pilkada kali ini adalah incumbent (Bupati) berpasangan dengan seorang pengusaha yang juga kader sekaligus ketua DPD Partai Golkar Madina untuk periode ke-2, artinya berdasarkan hitung- hitungan di atas kertas bukan tidak mungkin Pilkada mendatang juga akan dimenangkan oleh nomor urut dengan angka genap.
“Apapun hasilnya saya yakin kita semua berdoa dan berkeyakinan bahwa ketiga calon ini akan mengabdikan dirinya untuk Bumi gordang sambilan, negeri beradat taat beragama. Semoga Mandailing Natal mendapatkan pemimpin yang Amanah dan bisa mensejahterakan Rakyat Mandailing Natal,” kata aktivis tokoh muda Madina, Muhammad Nur Husin Daulay melalui siaran Pers yang diterima MohgaNews, Kamis (1/10/2020). (MN-01/rel)









