Siswi SMP di Tambangan Tewas Terseret Arus Sungai

MADINA, Mohga – Syari Nabilah Rangkuti (13), warga Desa Pasar Laru, Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tewas meninggal dunia akibat terseret arus sungai batang gadis tepatnya di Kelurahan Laru Lombang, Kamis (15/9/2022).

Syari merupakan anak dari pasangan Anwar Helmi Rangkuti (44) dan Hotnidah (53)

Informasi dari Camat Tambangan, Muslih Lubis, menjelaskan peristiwa ini berawal dari makan siang di pinggir sungai.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Syari dan 10 orang teman sekolahnya di SMP Negeri 1 Tambangan mengadakan acara makan-makan di pinggir sungai batang gadis tepatnya di bawah jembatan.

Setelah selesai makan, Syari dan seluruh rekannya memilih untuk mandi di sungai tersebut, dan akhirnya 3 orang terseret arus sungai termasuk Syari. Malang nasib, dua rekan Syari masih terselamatkan penambang pasir bernama Salam Matondang. Sedangkan Syari sudah tidak tertolong karena sudah terseret jauh.

Mendapat informasi, warga sekitar lokasi, keluarga korban serta bekerja sama dengan unsur Muspika Kecamatan Tambangan berupaya maksimal mencari Syari yang berlangsung sekitar 2 jam.

Pukul 16.22 WIB, dua warga bernama Hasan Lubis (48) dan Ahmad Suaib (40) menemukan Syari mengapung di tengah sungai. Mendengar informasi terbaru, pihak Muspika langsung bergerak ke lokasi penemuan yang jaraknya 200 meter dari titik lokasi pertama.

“Peristiwa ini awalnya dari makan siang bersama di pinggir sungai. Kemudian, mereka mandi dan tiga orang terbawa arus sungai. Malang nasib Almarhumah Syari tidak bisa ditolong. Pas ditemukan, sudah meninggal dunia,” jelas Muslih.

Muslih mengucapkan turut berdukacita terhadap musibah yang menimpa warganya itu. Sebagai Camat, Muslih mengimbau warga untuk selalu berhati-hati apabila hendak mandi di sungai batang gadis.

“Saya mengimbau masyarakat siapa saja, apabila mau mandi di sungai batang gadis khususnya di wilayah Kecamatan Tambangan, agar mengecek kedalaman dan derasnya air sungai. Semoga ke depan korban jiwa tidak ada lagi kita temukan,” ujarnya.

Kapolsek Kotanopan, AKP Budi Sihombing mengaku debit air sungai pada saat kejadian terbilang normal. Budi menyebut, peristiwa ini murni akibat terseret arus sungai.

“Tanda-tanda kekerasan tidak ada kita temukan. Saya tadi di lokasi mulai awal hingga ditemukan,” ungkapnya.

Dalam peristiwa ini, keluarga korban memilih untuk langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pasar Laru tanpa meminta untuk di otopsi. (MN-08)