Korban Banjir Bandang di Muara Saladi Mulai Bangkit

0
305
Foto: jajaran pengurus Partai Amanat Nasional kabupaten Mandailing Natal saat mengunjungi korban banjir bandang di posko pengungsian

MohgaNews|Madina – korban banjir bandang yang terjadi di desa Muara Saladi kecamatan Ulupungkut kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Jumat (12/10) dua pekan lalu, kini mereka sudah mulai bangkit.

Saat ditemui MohgaNews, Kamis siang (25/10) kemarin, korban banjir yang sebelumnya mengungsi di kantor camat Ulupungkut kini sudah kembali ke tempat tinggalnya yang telah diperbaiki, sedangkan bagi yang rumahnya hanyut total, saat ini masih mengungsi sementara di rumah kerabat mereka.

Nurdin (45) ayah dari Ahadin, salah satu korban meninggal dunia pada kejadian tersebut mengatakan, saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, dan sebagian sudah mulai bekerja seperti biasanya.
Ia pun mengaku sangat kehilangan anak keduanya yang ikut jadi korban tertimpa runtuhan gedung sekolah dan meninggal dunia.

“Sangat terpukul atas kejadian ini, tapi kami sudah tabah dan ikhlas menerima ini semua,” ujarnya.
Nurdin menyampaikan terima kasih kepada semua lapisan masyarakat yang telah turut membantu mereka paska musibah tersebut.

“Sampai sekarang kami tidak pernah kekurangan makanan, kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami menghadapi musibah ini, semoga anak-anak kami yang masih tahap penyembuhan segera sembuh dan bisa sekolah lagi,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat setempat, Syafaruddin kepada MohgaNews menerangkan, bantuan yang tersalur sampai sekarang sudah sangat memadai untuk kebutuhan para korban banjir Muara Saladi.

“Stok juga masih banyak, sampai sekarang tidak ada kendala. Pak Gubernur juga sudah menjanjikan program relokasi pemukiman bagi warga yang rumahnya hanyut dan tidak bisa ditempati lagi, relokasinya juga tidak jauh dari sini, di dataran yang lebih tinggi,” ucapnya.

Sejauh ini, beberapa orang anak yang jadi korban selamat atas runtuhnya gedung sekolah yang diterjang banjir bandang dua pekan lalu itu masih ada yang dalam tahap penyembuhan.

Seperti Adawiyah (9), ia belum bisa berjalan karena luka jahitan di kakinya belum sembuh. Kemana-mana ia masih digendong oleh orangtuanya. Sementara, korban luka-luka lainnya sudah mulai bermain walaupun belum bisa jalan dengan baik. (MN-01)