Sang Guru Besar yang Humble itu Kini Menjadi Rektor UIN Syahada

Nama lengkap dan gelar beliau adalah Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, L.C, M.Ag. Saya menyapa beliau dengan Bang Sumper. Mulai mengenalnya tahun 2016 lalu, tepatnya semasa pertama sekali kuliah pascasarjana program magister di IAIN Padangsidimpuan (sekarang UIN Syeh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan). Ketika itu masih satu program studi yaitu Pendidikan Agama Islam. Beliaulah dosen Bahasa Arab kami. Saat itu belum dianugerahkan gelar Guru Besar atau Profesor.

Dari awal tatap muka dengan Prof. Sumper saya sudah terkesima dengan gaya mengajarnya yang elegan dan humble. Setiap bahasanya mudah dipahami, penjelasannya mudah dicerna, ditambah dengan senyum khasnya yang memukau. Wajarlah beliau menjadi dosen favorit mahasiswa angkatan kami. Teman sekelasku semua memuji educational skill Prof. Sumper, padahal rata-rata teman sekelasku itu berstatus PNS: ada guru MAN, MTsN, bahkan kepala madrasah negeri. Mereka sudah punya pengalaman mengajar bertahun-tahun, namun mengaku salut saat berdiskusi mengurai masalah dengan beliau. Kami sering bilang Pak Sumper punya tangan dingin dalam memimpin timwork, karena selain jago dalam mendidik juga ahli dalam dunia manajemen.

Di sisi lain, saya mengenali Prof. Sumper lebih jauh dari kisah yang diungkap pimpinan umum perusahaan media massa yang saya pimpin, yaitu Bang Saparuddin Haji. Ternyata Bang Saparuddin Haji dengan Prof. Sumper pernah sama-sama kuliah di Cairo University, Mesir.

“Beliau itu sudah seperti abang kandung kami di Mesir dulu. Bang Sumper sosok senior pengayom, cerdas, periang, dan low profile dari zaman dahulu. Kami sebut beliau itu mahasiswa genius, mahasiswa seangkatannya bilang beliau tidak pernah nampak menghapal, tapi nilai pelajarannya selalu Mumtaz (sempurna). Wajarlah dulu orang bilang Bang Sumper ini nanti akan jadi Profesor, ternyata candaan kita itu benar terjadi,” ujar Saparuddin Haji, saat bincang-bincang tentang sosok Prof. Sumper.

Tahun 2017 lalu, Dikarenakan suatu kendala saya tidak sampai menamatkan kuliah, sejak itu pula tidak pernah ketemu sama Prof. Sumper lagi. Lima tahun kemudian tepatnya tahun 2022, saya dapat kabar Pak Sumper terpilih menjadi Ketua STAIN Mandailing Natal. Selang beberapa waktu kemudian saya melakukan anjangsana ke STAIN Madina untuk silaturahim dengan beliau. Kami menghabiskan waktu berbagi cerita. Saya seolah punya nutrisi baru. Dan saya bilang waktu itu dengan bangganya “mahasiswa bapak sekarang sudah menjadi ketua PWI Mandailing Natal” beliau amat senang mendengarnya. Lalu setelah beberapa kali pertemuan berikutnya, beliau berpesan agar saya mempertimbangkan lagi melanjutkan kuliah program magister yang sempat tertunda, apalagi sudah ada beberapa pilihan program studi

“Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, mungkin dulu ada hal-hal yang meyulitkan sehingga Ridwan memutuskan menunda kuliah, tapi dengan kondisi sekarang, coba pertimbangkan lagi untuk kuliah, di UIN sudah ada prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Program yang pantas ditekuni dan Ridwan dalami lagi secara akademik, karena Ridwan profesi aktif jurnalis,” pesan beliau waktu itu.

“Jangan pernah ragu, rezeki itu sudah diatur Allah, tugas kita berusaha saja,” ucapnya lagi, dan kalimat ini pula lah yang meyakinkan untuk memutuskan melanjutkan kuliah dengan memilih program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), banting setir dari studi dasarku (strata-1) yaitu Pendidikan Agama Islam, namun prodi KPI ini sesuai dengan profesi jurnalis yang saya tekuni.

Tahun 2023, saya masuk kuliah sebagai mahasiswa baru di program studi KPI. Lalu pada semester dua, kami mendapat dosen baru yaitu Dr. Juni Wati Sri Rizki. Mahasiswa menyapa beliau dengan Bunda Rizki. Beliau seorang akademisi yang ahli di bidang komunikasi dan peneliti media massa. Karya tulis beliau menjamur di berbagai media cetak terbitan Sumatera Utara. Bunda Rizki adalah cinta sejati Bang Sumper. Sungguh pasangan yang representatif.

Hari ini, tepatnya Selasa (10 Maret 2026) Bang Sumper dilantik oleh Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar menjadi Rektor UIN Syeh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan. Capaian ini sudah tepat untuk beliau. Mengabdi untuk agama, bangsa, dan tanah kelahiran beliau.

Segenap pimpinan dan tim Mohganews mengucapkan Selamat atas pelantikan menjadi Rektor UIN Padangsidimpuan Bapak Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, L.C, M.Ag

Muhammad Ridwan Lubis
Pemimpin Redaksi Mohganews