IPARI Menyejukkan Suasana Lapas Padangsidimpuan

SUASANA berbeda dalam kegiatan pembinaan di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan. Kehadiran Penyuluh Agama Islam yang rutin mengajak warga binaan mengobrol dan berdiskusi, perlahan membawa dampak positif pada kedamaian dan kerukunan sosial di sana.

Program bimbingan spiritual ini bergerak secara terstruktur dan berkesinambungan setiap minggu. Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Padangsidimpuan telah menyusun jadwal rutin dalam kurun waktu selama 3 bulan dan akan terus diperbaharui setiap tiga bulan selanjutnya yang dilaksanakan pada hari Selasa setiap minggu, selain di hari biasa di bulan Ramadhan juga penyuluh menjadi petugas Imam shalat tarawih begitu juga dengan kultum Tarawih, para penyuluh agama Islam dari kecamatan bergantian hadir membawa kesejukan ke dalam lapas.

Sebagai contoh, penyuluh dari Kecamatan Padangsidimpuan Selatan mendapat giliran di awal Januari, disusul oleh tim dari Padangsidimpuan Utara, Hutaimbaru, Batunadua, Padangsidimpuan Tenggara, hingga Angkola Julu. Kehadiran para ustadz dan ustadzah yang silih berganti ini menghadirkan nuansa dan metode islami yang mendalam bagi para warga binaan.

Melalui diskusi yang santun dan menyentuh hati, para penyuluh agama Islam dari masing-masing Kecamatan tersebut mencoba memberikan semangat kebersamaan. Warga binaan diajak untuk merenungi perjalanan hidup, belajar saling menghargai, dan bahu-membahu dalam kebaikan. Topik yang diangkat pun sangat masuk akal, mulai dari mengenai akhlak sehari-hari, pentingnya kerja bakti, cara menjaga ketenangan lingkungan lapas kelas IIB Padangsidimpuan hingga ke materi Thaharoh dan pengurusan jenazah.

Pendekatan komunikasi yang humanis dan Islami ini terbukti efektif mencairkan suasana. Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan sukses membuktikan bahwa proses pemasyarakatan bisa berjalan beriringan dengan penanaman nilai-nilai moral yang konsisten. Hasilnya, masa tahanan tidak lagi terasa hampa, melainkan penuh dengan proses belajar agar mereka siap melangkah kembali ke masyarakat sebagai pribadi baru yang membawa manfaat.

Penulis: Arif Aminin
Mahasiswa Program Studi KPI
Program Pascasarjana
UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan