PT SMGP Kembali Santuni Anak Yatim dan Bagikan Sembako

MADINA, – PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) menyantuni anak yatim sekaligus membagikan sembako kepada anak yatim di 31 Desa di 3 Kecamatan wilayah kerja Panasbumi

3 kecamatan yang berada di wilayah kerja tersebut yaitu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Lembah Sorik Marapi, dan Kecamatan Panyabungan Selatan.

Penyantunan tersebut dirangkai dengan kegiatan doa bersama sebagai tanda dimulainya sumur AA-02 yang dihadiri juga oleh Presiden Direktur PT SMGP, Dr Yan Tang. Kegiatan ini lanjutan dari kegiatan pekan lalu santunan anak yatim dan doa bersama dalam rangka tasyakuran di wellpad A.

“Kita doakan bersama semoga kegiatan perusahaan bisa berjalan baik dan lancar, diberikan kemudahan dan keselamatan dari yang Maha Kuasa,” menurut company man PT SMGP, Gatot Subroto.

Informasi diperoleh dari humas PT SMGP, Syahrini Nuryanti, pembagian sembako kali ini dilakukan di dua tempat.

Penyerahan sembako dan santunan anak yatim di desa-desa wilayah kerja Panasbumi PT SMGP

“Kegiatan ini sudah kita lakukan sekitar dua minggu yang lalu dalam rangka tasyakuran. Santunan anak yatim dan pembagian sembako kembali kita lanjutkan di 31 Desa yang ada di 3 kecamatan wilayah kerja PT SMGP. Tentunya kita berharap doa dari anak yatim kita supaya kegiatan pengeboran diberikan kelancaran, keselamatan, kemudahan dan keberhasilan dari yang Maha Kuasa, berjalan dengan baik dan nyaman,” sebut Syahrini kepada MohgaNews, Selasa (22/6/2021)

Pembagian sembako dan santunan anak yatim ini dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tanggal 8 hingga tanggal 11 Juni di 3 kecamatan wilayah kerja SMGP.

“Kita juga mengadakan kegiatan doa bersama bersama anak yatim dan tokoh masyarakat. Tujuannya memohon kepada yang Maha Kuasa semua kegiatan perusahaan berjalan dengan baik dan lancar,

“Kiranya doa kita dapat diijabah yang Maha Kuasa dan diberikan keselamatan dan kenyamanan pada semua tahapan kegiatan,” ungkapnya

Kegiatan santunan dan pembagian sembako PT SMGP kepada anak yatim ini direspon baik warga. Warga berharap pihak perusahaan tetap memperhatikan kehidupan masyarakat setempat terkhusus anak yatim yang menjadi tanggungjawab bersama. (MN-04)