MADINA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui program integrasi penelusuran (tracing) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program penjemputan bola ini digelar secara masif di 136 lokasi yang tersebar di wilayah Madina.
Kegiatan yang mendapat fasilitasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak 1 Agustus hingga 30 November 2026. Langkah ini diambil guna mendeteksi serta memutus rantai penularan TBC sedini mungkin di tengah masyarakat.
Strategi turun langsung ke lapangan ini terbukti efektif mengungkap berbagai kasus infeksi yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh fasilitas kesehatan dasar. Pendekatan tanpa biaya ini juga mempermudah masyarakat yang selama ini enggan memeriksakan diri untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr. Fransiska, MKM, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka penularan TBC langsung dari kantong-kantong pemukiman warga.
“Saat ini kita sudah masuk di 36 lokus. Alhamdulillah, dari kegiatan terintegrasi ini sudah banyak ditemukan kasus TBC baru. Selanjutnya, 100 lokus lagi menjadi target yang akan diselesaikan Dinas Kesehatan,” kata dr. Fransiska.
Ia menegaskan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam menyelamatkan keluarga dan lingkungan sekitar dari ancaman penularan yang lebih luas. Tanpa adanya pemeriksaan proaktif, penanganan medis sulit dilakukan sehingga penularan berisiko terus berlanjut.
Pihak Dinkes mengimbau seluruh masyarakat agar tidak ragu mendatangi lokasi CKG yang telah disediakan di daerah masing-masing. Bagi warga yang terdiagnosa positif TBC, diimbau untuk disiplin dan menuntaskan seluruh tahapan pengobatan hingga dinyatakan sembuh total secara medis. (FAN)






