MADINA – Koperasi Kopi Mandailing jaya (Komanja) mengucapkan terima kasih kepada dinas perkebunan Sumatera Utara dan anggota DPRD Sumatera Utara dari partai Gerindra, Rahmat Rayyan Nasutioan dan Gusmiyadi atas bantuan bibit kopi arabika kepada masyarakat Mandailing Natal (Madina) di kecamatan Ulu Pungkut dan Kotanopan sebanyak 290.000 bibit kopi arabika.
“atas nama koperasi kopi Mandailing Jaya kami ucapkan terima kasih kepada dinas perkebunan dan peternakan Sumatera Utara serta anggota DPRD dari Partai Gerindra Bapak Rahmat Rayyan dan Bapak Gusmiyadi atas Bantuan kopi sebanyak 290 ribu kepada petani kopi di Kab. Mandailing Natal,” kata Safruddin Lubis.
Lebih lanjut Safruddin mengatakan agar petani pada kelompok penerima bibit kopi ini dapat memanfaatkanya dengan menanam dan merawatnya karena berdasarkan prediksi harga kopi masih akan terus naik untuk beberapa tahun kedepan, dampak dari pemanasan global yang melanda negara-negara penghasil kopi didunia.
“harapan kita para petani dapat menanam dan merawat kopi tersebut karena untuk beberapa tahun kedepan diprediksi harga kopi dunia akan terus naik dampak dari pemanasan global yang mengakibatkan kurangnya pasokan kopi global,” ujarnya.
selain itu Safruddin juga menyampaikan harapan agar dinas pertanian serius untuk mendampingi petani kopi penerima bantuan tersebut agar bantuan bibit tersebut dapat dimaksimalkan oleh para petani penerima bantuan.
“kami juga berharap agar dinas pertanian serius dalam mendampingi para petani penerima bantuan bibit kopi tersebut dalam hal budidaya sehingga bantuan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh para petani dengan hasil panen yang memuaskan. karena ketika budidaya tidak baik maka hasil panen juga nantinya tidak baik dan dampak panen yang tidak baik ini sering kali mengakibatkan para petani kemudian meninggalkan atau mengganti kembali komoditi kopi kekomoditi yang lain,” ucapnya.
masih menurut Safruddin dinas pertanian tentu dapat manfaatkan keberadaan penyuluh disetiap kecamatan untuk melakukan pendampingan budidaya, bahkan jika perlu mereka harus turun lahan-lahan kopi petani sebagai bentuk komitmen dari dinas pertanian atau pemda Mandailing Natal terhadap peningkatan kuantitas kopi arabika Mandailing yang masih menjadi primadona dunia hingga saat ini. (MRL/Rel)











