MADINA — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mandailing Natal terus memperkuat peran masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui peningkatan kapasitas para penggiat antinarkoba. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat P4GN yang berlangsung di Aula Kantor Camat Lembah Sorik Marapi, Rabu–Kamis, 2–3 September 2026.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang bahaya narkotika, tetapi juga membekali peserta dengan karakter dan kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk menjadi penggerak di tengah masyarakat.
Kepala BNN Kabupaten Mandailing Natal, Syamsul Arifin dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memperkuat upaya P4GN. Menurutnya, penggiat P4GN memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan lingkungan masyarakat, sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pesan pencegahan sekaligus membangun kesadaran bersama. Penguatan kapasitas penggiat, kata dia, harus diarahkan agar mereka tidak hanya memahami persoalan narkotika, tetapi juga mampu menjadi teladan dan mengajak lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama menciptakan kehidupan yang sehat dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Memasuki materi Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN, Ahmad Salman Farid, M.Sos., menekankan bahwa gerakan antinarkoba harus dimulai dari kualitas pribadi para penggiatnya. Karakter, integritas, tanggung jawab, keteladanan, dan konsistensi menjadi modal penting agar pesan P4GN tidak berhenti sebagai slogan.
“Seorang penggiat P4GN harus mampu menjadi contoh sebelum mengajak orang lain. Keteladanan akan membuat pesan pencegahan lebih mudah diterima karena masyarakat melihat nilai itu dalam perilaku nyata,” demikian pokok pesan yang ditekankan dalam materi tersebut.
Menurut Ahmad Salman Farid, penggiat P4GN juga perlu memiliki kesadaran bahwa perubahan sosial tidak selalu lahir dari pesan yang besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masing-masing. Keluarga, sekolah, tempat kerja, komunitas, hingga lingkungan pertemanan merupakan ruang strategis untuk membangun karakter dan ketahanan diri terhadap penyalahgunaan narkotika. Dengan karakter yang kuat, penggiat diharapkan tidak mudah kehilangan konsistensi ketika menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan peran sosialnya.
Selain karakter, kemampuan menyampaikan pesan menjadi bagian penting dalam gerakan P4GN. Materi Public Speaking yang disampaikan Khoiruddin Faslah Siregar, S.Sos., memberikan penekanan bahwa penggiat antinarkoba harus mampu berkomunikasi secara efektif, menarik, dan sesuai dengan karakter audiens. “Pesan yang baik harus disampaikan dengan cara yang baik pula. Penggiat P4GN perlu memahami siapa yang diajak bicara, memilih bahasa yang tepat, dan membangun komunikasi yang membuat masyarakat merasa dilibatkan,” menjadi salah satu pokok penting dalam pembekalan tersebut.
Kemampuan berbicara di depan publik dinilai semakin penting karena penggiat P4GN akan berhadapan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang, usia, pendidikan, dan karakter yang beragam. Karena itu, komunikasi antinarkoba tidak cukup dilakukan dengan pendekatan yang menggurui. Pesan harus dikemas secara persuasif, humanis, dan kontekstual sehingga masyarakat bukan hanya mengetahui bahaya narkotika, tetapi terdorong untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Syail Lubis, menegaskan pentingnya kemampuan komunikasi dalam memperkuat penyebaran informasi publik mengenai P4GN. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, pesan antinarkoba memiliki ruang yang sangat luas untuk disampaikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, penggiat P4GN perlu mampu memanfaatkan saluran komunikasi secara bijak, menyampaikan informasi yang benar, serta tidak mudah terjebak dalam penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Penguatan literasi dan komunikasi publik juga menjadi bagian penting dari pembangunan masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai ancaman di ruang digital.
Bimtek Penggiat P4GN BNNK Mandailing Natal tersebut pada akhirnya menempatkan penggiat bukan sekadar sebagai penerima informasi, tetapi sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu membawa pesan P4GN ke lingkungan masing-masing. Dengan karakter yang kuat, kemampuan berbicara yang efektif, serta dukungan komunikasi publik dan kolaborasi lintas sektor, gerakan antinarkoba diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan pendekatan BNN yang menempatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian penting dalam penanganan persoalan narkotika dan penguatan lingkungan yang sehat serta produktif. (FAN)






