MADINA, Mohga – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mandailing Natal kiranya perlu berupaya mengatasi persoalan kekurangan air bagi pelanggan yang terdapat di Kelurahan Pasar Kotanopan dan desa-desa sekitarnya di Kecamatan Kotanopan.
Artinya, pihak PDAM saat ini perlu mempersiapkan formula untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi disana. Pasalnya, krisis air bersih bagi pelanggan di kecamatan itu hingga Jum’at (12/8/2022), masih terjadi. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah atau di perkantoran, banyak warga terpaksa minta bantuan mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang berpos disana untuk menyuplai air bersih.
Beberapa hari terakhir, misalnya, pihak Kantor Camat Kotanopan terpaksa meminta bantuan mobil Damkar untuk menyuplai air bersih agar air tetap tersedia di bak kamar mandi kantor pemerintah itu. Tanpa bantuan mobil Damkar, kamar mandi di Kantor Camat Kotanopan tidak bisa difungsikan lagi.
Begitu juga di rumah-rumah warga dan perkantoran di sekitar Sawahan, Sindang Laya, Pasar Kotanopan, Jambur Tarutung, dan Tambang Bustak, air tidak lagi mengalir. Kondisi ini sangat menyulitkan warga, diantara mereka terpaksa mandi di sungai dan menumpang mandi di kamar mandi di masjid- masjid terdekat.
Bahkan Mess Provsu Pasangggarahan Kotanopan sempat satu bulan tidak terima tamu, karena ketiadaan air. Begitu juga di institusi perkantoran lainnya, air tidak lagi mengalir, padahal sumber air Tirta Madina di Kotanopan berasal dari dua lokasi.
Kedua sumber air itu, masing-masing dari kawasan Panggar Garan Desa Hutarimbaru-SM dan Aek Siapiapi Desa Singengu.Namun dalam beberapa bulan terakhir, kedua sumber air tersebut sepertinya tidak mampu lagi menyuplai air ke rumah-rumah warga.
Beberapa pelanggan berharap agar pihak PDAM Tirta Madina perlu mencari solusi mengatasi seluruh persoalan yang dialami pelanggan, seperti kebocoran air atau pipa yang sudah berumur lama, juga kapasitas produksi yang tidak banyak berkembang.Sementara pertumbuhan jumlah pelanggan terus bertambah.
“Intinya bagaimana pihak Tirta Madina mencari titik keseimbangan jumlah pelanggan dengan kebutuhan air. Perlu disiapkan solusi jangka panjang, menengah dan pendek. Ini tentunya membutuhkan kerja keras tetapi niat kita serius,” kata salah seorang pelanggan di Kelurahan Pasar Kotanopan.
Hal yang sama juga disampaikan Lokot P. Lubis sebagai tokoh masyarakat setempat, bahwa kebutuhan air bagi pelanggan di Kotanopan harus dipenuhi dengan baik. “ Air adalah sumber kehidupan bagi setiap makhluk. Karena itu, air begitu pentingnya. Kesejahteraan rakyat salah satunya itu air yang tersedia, bersih dia mandi, kenapa nggak bisa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seharusnya masyarakat di Kotanopan tidak susah menggunakan air. “
Kotanopan dikelilingi banyak sungai, tapi banyak rakyatnya mengeluh tentang air ini, mereka kecewa karena air tak mengalir,” katanya.
Lokot juga mengungkapkan adanya kebocoran air yang harus diselesaikan. Karena, kebocoran air tersebut dapat mengecewakan masyarakat bahkan pelanggan, banyak pelanggan yang akhirnya tidak mendapat pasokan air bersih.
“Jadi intinya, ini perlu dievaluasi dan pihak PDAM Tirta Madina kita minta untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika memang diperlukan, Pemkab Madina segera menyiapkan penyertaan dana kepada PDAM ,” paparnya
Menurut pengamatan hingga Sabtu (13/8) pagi, kebocoran air bersih milik PDAM Tirta Madina masih terjadi di depan Kios/ Fhoto Cofy Idola di Jalan Lintas Sumatera Singengu. Kebocoran pipa di tempat itu menyebabkan air meluber ke tengah badan jalan negara Medan- Padang. Akibatnya, badan jalan lintas Sumatera terdapat di kawasan ini semakin rusak akibat terendam air. Selain itu, di kawasan Jalan Pasar Bawah Kotanopan, kebocoran juga terjadi di beberapa tempat walaupun skalanya kecil. (M10)











