MADINA – Pembentukan struktur kepengurusan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kecamatan Nagajuang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai rampung. Tersisa 1 desa belum melakukan musyawarah, yakni Desa Sayur Matua.
Hal itu disampaikan oleh Camat Nagajuang, Rahmad Pulungan kepada Mohganews, Sabtu (10/5/2025).
Rahmad mengatakan, Kecamatan Nagajuang memiliki 7 desa, yakni Desa Tambiski, Tarutung Panjang, Humbang 1, Banua Rakyat, Banua Simanosor, Sayur Matua, dan Desa Tambiski Nauli.
“Alhamdulillah, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Nagajuang mulai rampung. Pembentukan KMP ini dilakukan secara terbuka melalui musyawarah khusus,” kata Rahmad.
“Desa Sayur Matua belum melakukan Musdesus. Namun waktu musyawarah sudah terjadwal pada Senin 12 Mei 2025,” lanjut dia.
Rahmad Pulungan menyebut, 7 pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakatnya menyambut baik hadirnya Koperasi Merah Putih. Ia berharap proses pengurusan legalitas koperasi nantinya dapat berjalan dengan lancar.
“Struktur KMP yang sudah dibentuk. Tahap selanjutnya pengurusan legalitas di Notaris. Kita harapkan nantinya berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Di sisi lain, Rahmad mengucapkan terima kasih kepada seluruh desa di Nagajuang yang menyambut baik hadirnya KMP. Ia berharap hadirnya KMP membawa kesejahteraan kepada seluruh masyarakat.
“Semoga hadirnya Koperasi ini menjadi tonggak kebangkitan ekonomi desa, memperkuat semangat gotong royong, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di desa,” harap Rahmad Pulungan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Madina Mukhtar Afandi Lubis mengaku, KMP di Madina sudah terbentuk 133 koperasi. Pihaknya menargetkan 404 desa/kelurahan KMP di Madina terbentuk di akhir bulan Juni 2025.
Fandi Lubis menerangkan, ada 4 tahap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Tahap pertama pembentukan sampai akhir bulan Juni, tahap kedua peluncuran oleh Bapak Presiden pada tanggal 12 Juli, tahap ketiga pengembangan dan tahap keempat pemantauan dan evalausi.
“Hari ini kita pada tahap pembentukan, tentunya ini tidak hanya tugas pemerintah saja, kami berharap bantuan semua pihak terlibat aktif mensosialisakan program ini kepada masyarakat dan juga terlibat aktif dalam proses pembentukannya melalui keikutsertaan dalam Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus,” terang Fandi Lubis. (FAN)












