MADINA – Kabar baik datang dari Kementerian Koperasi untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, wilayah paling selatan di Provinsi Sumatera Utara itu memiliki persentase tertinggi terkait data pemetaan lahan untuk pembangunan infrastruktur bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dilihat dari tabel yang dikeluarkan oleh Kementerian Koperasi, Madina memiliki persentase 54,32 persen, dengan jumlah aset 220, jumlah aset lahan belum masuk 185, dan jumlah KDKMP 405. Data ini terdaftar langsung pada Sistem Informasi Koperasi Desa Merah Putih (SIMKOPDES).
Perbandingan antara Madina dengan 32 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sumut sangat jauh sehingga Provinsi Sumatera Utara masih memiliki persentase 7,55 persen. Dalam hal ini, Kabupaten Madina menjadi penyumbang terbanyak atas pelaksanaan perintah kerja dari pemerintah pusat soal KDKMP.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Madina, Muktar Afandi, S.Sos, MM, mengatakan, Tenaga Ahli Deputi Pengembangan Usaha Koperasi pada Kementerian Koperasi telah berkunjung ke Madina pada, Jumat (8/11/2025) untuk melalukan rapat koordinasi Percepatan Pendataan Aset Tanah dan/atau Bangunan untuk Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan KDKMP.
Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi didampingi sejumlah pejabat teras di Pemkab Madina. Rakor berlangsung di Aula Pemkab Madina.
Muktar Afandi dalam kesempatan itu melaporkan sinergi dan kolaborasi antar stakeholder terkait dalam pelaksanaan pendataan aset tanah dan/atau bangunan yang diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur bisnis KDKMP berjalan dengan baik.
“Semua bergerak melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pecepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Muktar Afandi, juga menjabat Plt Asisten Perekonomian Setdakab Madina.
Muktar menjelaskan, dalam menyiapkan data pemetaan lahan untuk pembangunan infrastruktur bisnis KDKMP di Madina, tidak terlepas dengan bantuan maksimal dari anggota Babinsa Koramil di Madina di bawah Kodim 0212/Ts.
Selanjutnya, kata dia, Asisten Bisnis Kementerian Koperasi berjumlah 40 orang bersama pengurus KDKMP melakukan indentifikasi lahan dan/atau bangunan yg merupakan aset desa, aset pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi yang memenuhi kriteria/spesifikasi yang ditentukan.
Sementara itu, Wakil Bupati Madina menyampaikan Pemkab Madina selalu serius dalam mendukung dan menjalankan program nasional dalam hal ini KDKMP ditandai dengan komitmen tinggi dalam pembentukan kelembagaan sampai dengan saat ini terkait pendataan aset tanah dan/atau bangunan.
“Komitmen tinggi dan keseriusan semua pihak yang terlibat untuk menjalankan program ini dapat dilihat dari peluncuran 108 KDKMP sebagai percontohan oleh bapak presiden, salah satu terpilih diantaranya adalah KDMP di Madina,” imbuhnya.
Tenaga Ahli Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Hadi Kawahyu membenarkan Madina terbanyak di Sumut atas jumlah pendataan aset tanah dan/atau bangunan yang akan dibangun infrastruktur bisnis KDKMP oleh TNI bersama PT. Agrinas Nusantara.
Hadi mengaku bangga dan sangat puas atas kunjungannya ke Madina karena semua elemen yang terlibat dalam KDKMP dapat serius bekerja menjalankan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu.
“Ini pencapaian yang sangat bagus, jauh di atas kab/kota lain di Provinsi Sumut. Tolong dipertahankan dan ditingkatkan. Saya yakin dan percaya di Mandailing Natal Program KDKMP akan berjalan sukses,” harap Hadi. (FAN)








