MADINA, Mohga – Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berhasil memperoleh empat trofi juara di ajang Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) tingkat provinsi Sumatera Utara yang perhelatannya berlangsung di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) kota Medan pada tanggal 28-31 Agustus 2022 lalu.
Pekan Kebudayaan Daerah Sumut 2022 bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan nilai budaya etnis Sumatera Utara dalam rangka memperkuat ketahanan budaya. Di dalam kegiatan itu ditampilkan program yang berkaitan dengan pelestarian permainan tradisional seperti gasing, congkak, engrang, yeye dan terompah yang diharapkan anak-anak Sumut dapat mengenali permainan tradisonal ini dan mau belajar permainan itu karena sekarang jarang ditemui.
Kegiatan diikuti belasan kabupaten/kota se-Sumut dan KPOTI Madina mengikuti beberapa perlombaan di ajang PKD itu. Alhamdulilah peserta dari Madina berhasil mendapatkan, juara I lomba engrang putri, juara II terompa putri, juara III terompa putra dan juara III kategori congklak putra.
“Kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta yang diturunkan ke ajang PKD Sumut. Lomba yang kita ikuti tidak semata untuk menjadi juara, tapi yang utama kita bisa menggali dan melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisonal di Sumut,” ucap ketua KPOTI Madina Salbiah SAg MM di Panyabungan,Rabu (7/9/2022).
Menurutnya, pada perayaan penutupan PKD itu, sebanyak 75 komunitas di Sumut turut memeriahkan pagelaran yang dihelat di Pekan Raya Sumatera Utara ( RSU) tersebut. Dalam mengisi dan memeriahkan kegiatan, para kawan-kawan komunitas ikut terpanggil serta turut menjaga ketahanan bangsa melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional.
“Kami selalu mendukung kegiatan positif ini. Apalagi kegiatan ini berorientasi pada nilai-nilai dan karakter asli bangsa kita. PKD ini momentum agar kekayaan budaya dan permainan rakyat kita tetap hidup, Kami dari KPOTI akan terus menggali, mendata serta melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Madina,” ucap Salbiah yang juga Kepala MAN 1 Madina itu.
Lebih jauh, Salbiah menjelaskan kegiatan ini berorientasi pada nilai-nilai dan karakter asli bangsa kita. Undang- Undang No 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan terlihat nyata dalam kegiatan ini.Apalagi dijelaskannya dalam Undang-Undang tersebut permainan rakyat dan olahraga masuk dalam dua objek pemajuan kebudayaan yakni permainan rakyat dan olahraga tradisional.
“Kemudian permainan tradisional ini ternyata tak hanya permainan belaka, selain keseruannya banyak manfaat yang didapat dari setiap permainannya KPOTI Madina akan berkomitmen karena program dan kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan pembinaan dan pelestarian permainan tradisional Indonesia khususnya permainan khas Sumatera Utara. Oleh karena itu, dengan event PKD tersebut kita telah berkontribusi menjaga ketahanan bangsa melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional,” terangnya. (MN-10)












