Saparuddin Haji: Mari Bersatu Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

0
579
Saparuddin Haji Lubis berada di barisan terdepan dalam pawai obor menyambut tahun baru Islam 1440 Hijriyah yang diikuti ribuan masyarakat Mandailing Natal

MohgaNews|Madina – tokoh masyarakat Mandailing Natal (Madina) Saparuddin Haji Lubis mengapresiasi semangat dan kebersamaan umat Islam dalam menyambut tahun baru 1440 Hijriyah dengan melakukan pawai obor dan menyatakan tekad berperang melawan semua bentuk kemaksiatan di Kabupaten Madina.

“Alhamdulillah, umat Islam di daerah kita tetap bersatu dan menyatakan tekad bersama untuk sama-sama membasmi kemaksiatan. Ini sebuah anugerah bagi kita semua, karena kebersamaan umat akan mengawali keberkahan untuk daerah ini,” kata Saparuddin Haji di sela-sela mengikuti kegiatan pawai obor bersama dua ribuan masyarakat Madina, Selasa malam (11/9/2018) kemarin.

Haji menerangkan, kebersamaan umat akan mengawali perjuangan amar ma’ruf nahi munkar di bumi gordang sambilan. Pasalnya, keberadaan maksiat seperti prostitusi, LGBT, narkoba, human trafficking (perdagangan manusia), tempat hiburan penyedia wanita penghibur, dan beragam jenis maksiat lainnya sudah cukup meresahkan masyarakat.

“Dengan keadaan yang terjadi saat ini, pantas lah para orangtua kita, ulama kita, dan semua masyarakat Madina merasa resah. Prostitusi makin bebas, peredaran narkoba merambah kaum pelajar, anak di bawah umur diperjual belikan untuk jadi pemuas seks. Ini sebuah fenomena sosial yang semakin mengkhawatirkan masyarakat Madina.

“Ini sangat jauh dari visi Mandailing Natal yang ingin menjadikan negeri beradat dan taat beribadat. Tentu Pemerintah kita harapkan mengakomodir keinginan masyarakat, pemerintah melakukan langkah strategis mewujudkan Madina yang bebas dari narkoba dan bebas dari berbagai maksiat lainnya. Setidaknya apa yang sudah diatur dalam Perda bisa ditegakkan sehingga prilaku menyimpang dan penyakit masyarakat bisa berkurang dari daerah ini,” ujar pria yang akrab disapa Akong itu.

Bakal Caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Sumut 2 itu juga meminta, supaya masyarakat terus menjalin silaturahmi dan kebersamaan, sehingga umat islam di Kabupaten Madina tidak terpecah belah yang mengakibatkan akses pintu masuk maksiat mudah merebak di kalangan masyarakat terutama generasi muda.
“Kuncinya adalah kebersamaan dan terus membangun silaturahmi dengan tokoh agama, ulama. Begitu juga dengan Pemerintah kita harap agar lebih tanggap dan mendekatkan diri dengan masyarakat,” harapnya. (MN-01)