Kiprah BNNK Madina Ubah Kawasan Rawan Narkoba Jadi Produktif

Madina91 Dilihat

MADINA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mandailing Natal (Madina) selesai melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill Budidaya Tanaman Jahe bagi masyarakat di wilayah rawan kultivasi tanaman terlarang. Kegiatan ini dipusatkan di Nia Kitchen, Desa Padang Laru, dan berlangsung selama tiga hari mulai 27 hingga 29 Oktober 2026.

Program pemberdayaan ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara BNNK Madina, Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) VIII Kotanopan.

Kepala BNNK Madina, Syamsul Arifin dalam pembukaan Bintek Life Skill menegaskan bahwa program pemberdayaan alternatif adalah solusi esensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan yang terdampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Berdasarkan data indeks kawasan rawan narkoba nasional saat ini, terdapat 9.330 kawasan rawan narkoba dengan kategori bahaya dan waspada di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 477 kawasan berada di Provinsi Sumatera Utara, termasuk di Kabupaten Mandailing Natal yang memiliki wilayah rawan tanaman terlarang.

“Kegiatan ini merupakan bentuk penyadaran perilaku hidup sehat tanpa narkoba dan pemberdayaan potensi sosial ekonomi masyarakat kawasan rawan tanaman terlarang demi terwujudnya masyarakat Desa Huta Tinggi, Kecamatan Panyabungan Timur yang bersih dari narkoba, produktif, sejahtera, mandiri, dan berkelanjutan,” kata Syamsul Arifin.

Ia menambahkan, pemilihan materi budidaya jahe didasarkan pada hasil pemetaan potensi sumber daya desa serta aspirasi langsung dari masyarakat melalui kepala desa yang dibahas dalam forum rapat koordinasi stakeholder. Tujuannya agar masyarakat dapat beralih profesi ke pekerjaan yang legal, sekaligus menghilangkan stigma negatif pada kawasan rawan tanaman terlarang tersebut.

Dalam pelaksanaannya, BNNK Madina menghadirkan instruktur berpengalaman di bidang budidaya tanaman jahe dari Dinas Pertanian Kabupaten Madina. Selain pembekalan teknis pertanian, peserta juga mendapatkan materi mendalam mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

Syamsul berharap para peserta pelatihan dapat berkomitmen menjadi benteng yang kokoh dalam mencegah peredaran gelap narkoba di tingkat keluarga maupun lingkungan sekitar. Peserta juga didorong untuk mampu mendukung perekonomian keluarga, menularkan ilmunya kepada warga lain, serta terus berinovasi dalam berwirausaha.

“Upaya kami dalam melatih dan memberikan peluang usaha di wilayah ini sifatnya sebagai pemantik atau pembangkit semangat. Kami mengajak semua pihak terus berperan aktif dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) demi mewujudkan masyarakat yang produktif dan mandiri,” tambahnya.

Acara ini turut dihadiri oleh para pemangku kepentingan yang siap mendampingi masyarakat pasca-pelatihan, mulai dari aspek pembinaan lanjutan, promosi, hingga dukungan akses pasar bagi hasil produksi warga.

Di akhir sambutannya, Kepala BNNK Madina menyampaikan apresiasi dan harapan kepada pemerintah daerah serta instansi terkait agar terus mengawal program pemberdayaan alternatif ini mulai dari tahap pelatihan, perizinan usaha, hingga memastikan hasil panen jahe masyarakat terserap dengan baik di pasar lokal maupun regional.

“Insya Allah, bila kita kerjakan secara kolaboratif, bergandengan tangan, dan menghilangkan ego sektoral, saya yakin akan terwujud perubahan peradaban yang lebih baik di wilayah Panyabungan Timur ini,” tutupnya. (FAN)