Eksistensi Hari Santri Nasional dan Akselerasi Ekonomi

    0
    300

    Oleh: Muhammad Ridwan Pasaribu

    Momentum kali ini, mari kita jadikan Hari Santri Nasional sebagai akselerasi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang berbasis pesantren dan komunitas.

    Mengapa pada tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional, tentu tidak terlepas dari Perjuangan KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdatul Ulama dan fatwa beliau tentang Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 lalu.

    Secara historis Perkembangan santri dan pesantren di Indonesia tidak lepas dari perjuangan KH Hasyim Asy‘ari.

    Seruan jihad yang dikobarkan oleh KH Hasyim Asy’ari tersebut membakar semangat para santri.

    Kemerdekaan Indonesia memang tidak lepas dari para santri dan ulama.

    Hari Santri Nasional adalah peringatan betapa besarnya sejarah kita mencatat bagaimana peran besar para ulama, para kiai, para santri dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Hari Santri Nasional ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

    Hari Santri digelar pertama kali pada tahun 2016.

    Kini, tahun 2021, adalah peringatan Hari Santri Nasional ke-5 yang dilakukan secara sederhana di tengah pandemi Covid-19.

    Indonesia dapat dimulai dari para santri yang terbiasa hidup sehat dan mandiri.

    Dalam peringatan Hari Santri Nasional di tengah pandemi Covid-19 diharapkan santri bukan hanya sebagai tokoh agama tapi juga tokoh perjuangan.

    Pesantren tidak hanya tempat para penimba ilmu agama, tapi di pesantren berhimpun juga anak yatim, dhuafa, yang satu sama lain bahu membahu membangun aktivitas ekonomi yang saling peduli dalam jiwa kekeluargaan.

    Menghidupkan kembali kegiatan pesantren merupakan keharusan dan prioritas utama karena di situlah pusat ilmu dan ekonomi berjalan.

    Salah satunya ialah menyelenggarakan kegiatan bidang ekonomi untuk membantu kebutuhan pondok sendiri.

    Bila momentum Hari Santri Nasional ini digunakan untuk melakukan akselerasi ekonomi kerakyatan yang dimulai dari basis pesantren dan komunitas, hal tersebut tepat sekali.

    Kini, para santri, kaum terpelajar, diharapkan memiliki semangat perjuangan yang sama dalam melawan Covid-19, terutama dengan membangun model kemandirian ekonomi pesantren.

    Namun, jadikanlah Hari Santri Nasional sebagai momentum akselerasi ekonomi yang dimulai dari pesantren dalam bentuk membangun kemandirian ekonomi.

    Tetap semangat berkarya, berjuang, demi cita-cita yang suci dan mulia.