Penerbangan Perdana Wings Air Sukses Mendarat di Bandara JHN Mandailing Natal

MADINA – Maskapai penerbangan Wings Air resmi mengoperasikan rute penerbangan baru dari Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang, menuju Bandara Jenderal Abdul Haris Nasution (JHN) di Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (1/8/2026).

Pesawat tipe ATR 72-600 tersebut berhasil mendarat (landing) dengan selamat di Bandara JHN pada pukul 14.45 WIB. Kedatangan armada pesawat disambut hangat dengan tradisi penyiraman air (water salute) oleh tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).

Prosesi pelepasan penerbangan perdana di Bandara Kualanamu dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dalam penerbangan inaugural tersebut, tampak sejumlah tokoh dan jajaran pejabat VIP, antara lain, Atika Azmi Utammi Nasution, Wakil Bupati Madina, Marwan Dasopang Anggota DPR RI, dan jajaran pimpinan dan manajemen Lion Air Group.

Sementara itu, di lokasi pendaratan Bandara JHN, Bupati Madina H. Saipullah Nasution beserta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyambut langsung kedatangan para penumpang sekaligus melepas penerbangan sebaliknya untuk rute JHN–KNO.

Beroperasinya maskapai anak perusahaan Lion Air Group di Madina ini merupakan buah dari upaya penjajakan intensif antara Pemkab Madina, Anggota DPR RI Marwan Dasopang, dan Pendiri Lion Air, Rusdi Kirana. Pertemuan strategis yang digelar beberapa bulan lalu tersebut menyepakati pembukaan rute KNO–JHN lengkap dengan penyediaan opsi layanan tiket terusan.

“Penerbangan ini beroperasi tiga kali dalam sepekan, yaitu setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, baik untuk rute KNO–JHN maupun sebaliknya,” kata pihak manajemen.

Guna memastikan keberlanjutan keterisian penumpang (load factor), Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengimbau seluruh perusahaan travel umrah dan masyarakat setempat untuk memanfaatkan moda transportasi udara ini, khususnya untuk pemberangkatan jemaah dari Madina menuju Medan.

Hadirnya rute udara penerbangan ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh darat yang memakan waktu belasan jam, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). (FAN)