Korban Kebakaran Panyabungan Tonga Terima Bantuan Sembako hingga Peralatan Sekolah

Madina41 Dilihat

MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyalurkan bantuan logistik dan dukungan penanganan pascabencana kepada empat kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, pada Senin (19/10/2026).

Bantuan berupa bahan pangan pokok, kebutuhan harian, hingga perlengkapan sekolah tersebut diberikan kepada empat keluarga terdampak, yakni keluarga Palit, Amin Siregar, Jefri Rangkuti, dan Lolis.

Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan rasa simpati dan empati yang mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi pada Minggu pagi sebelumnya.

“Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai instansi dan lembaga kemanusiaan, di antaranya PMI, BPBD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Sosial P3A,” kata Atika di lokasi penyerahan.

Selain kebutuhan pokok, Pemkab Madina juga mengalokasikan bantuan dana rekonstruksi rumah dari Dinas Sosial P3A. Dana tersebut akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing korban. Wabup Atika menegaskan agar seluruh proses penyaluran dana berjalan transparan tanpa potongan apa pun.

Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak dari keluarga korban. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkab Madina menyediakan paket perlengkapan sekolah agar proses belajar mengajar anak-anak tidak terputus.

“Anak-anak jangan sampai putus sekolah karena musibah ini. Perlengkapan sekolah sudah kami siapkan agar mereka bisa segera kembali belajar,” tegasnya.

Guna meringankan beban korban, Wabup Atika menginstruksikan Camat Panyabungan dan Kepala Desa Panyabungan Tonga untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait dalam memfasilitasi pembuatan ulang dokumen kependudukan yang hangus terbakar.

“Segala bentuk administrasi kependudukan yang ikut terbakar—seperti KTP, Kartu Keluarga, ijazah, buku nikah, dan surat penting lainnya—agar segera difasilitasi dan diurus kembali,” instruksinya.

Menutup keterangannya, Wabup Atika mengimbau seluruh masyarakat Madina, khususnya yang tinggal di kawasan padat penduduk, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang kerap dipicu oleh kelalaian kecil.

Beberapa poin imbauan yang disampaikan yakni, tidak membakar sampah secara sembarangan. Memastikan kompor gas LPG dalam keadaan mati setelah digunakan. Mencabut colokan listrik yang tidak terpakai dan tidak melakukan instalasi listrik mandiri tanpa tenaga ahli. Memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang. (FAN)