MADINA – di tengah derasnya arus kemajuan teknologi dan era digitalisasi, bentuk konkret bela negara bagi para mahasiswa tidak lagi berwujud fisik, melainkan kesungguhan dalam belajar serta mengasah kemampuan berpikir kritis.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, saat membuka Seminar Bela Negara yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Madina di Aula Kampus STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Senin (5/10/2026).
Bupati Saipullah menerangkan bahwa ancaman terhadap kedaulatan bangsa saat ini telah bergeser ke bentuk non-fisik, seperti maraknya disinformasi, hoaks, intoleransi, polarisasi sosial, radikalisme, hingga kejahatan siber dan penyalahgunaan narkoba.
“Dulu, membela negara berarti siap mengangkat senjata. Namun hari ini, membela negara juga berarti siap mengangkat ilmu, teknologi, dan karya,” ujar Saipullah di hadapan para peserta seminar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bela negara bukanlah sekadar teori di dalam buku teks, melainkan wujud kesadaran kolektif yang diekspresikan melalui tindakan nyata untuk menjaga persatuan bangsa.
Oleh karena itu, Saipullah mendorong mahasiswa untuk menjalankan perannya secara optimal sebagai agen perubahan, agen pengetahuan, dan agen karakter guna memperkuat ketahanan nasional.
“Bentuk konkret bela negara bagi mahasiswa adalah belajar sungguh-sungguh, berpikir kritis, aktif melawan hoaks, serta menggunakan media sosial secara bijak,” tegasnya.
Sebagai kepala daerah, Saipullah menegaskan komitmen Pemkab Madina yang selalu terbuka dalam menerima gagasan, kritik, maupun masukan konstruktif dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
Ia berharap kalangan kampus tidak sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah, melainkan hadir sebagai mitra strategis pemerintah.
“Mahasiswa harus mengambil peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kemajuan, sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tutur Saipullah.
Menutup arahannya, Bupati mengingatkan bahwa masa depan daerah dan bangsa sangat bergantung pada kesiapan generasi mudanya saat ini. Ia berpesan agar semangat bela negara ditanamkan secara konsisten hingga menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. (FAN)








