MohgwNews|Madina – Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi melakukan kunjungan ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam rangka pra Musrenbang yang diselenggarakan di gedung Serba Guna, Kamis (20/2) kemarin.
Gubernur berada di Kabupaten Madina selama beberapa hari. Dan, pada hari Jumat (21/2) Edy Rahmayadi melakukan sosialisasi dampak tambang ilegal dan penggunaan bahan beracun dan berbahaya jenis merkuri sebagai bahan dalam praktek tambang emas tanpa izin itu.
Sosialisasi tersebut dilakukan di Gedung Serbaguna Jalan Lintas Sumatera Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan.
Usai melakukan sosialisasi, Gubernur Edy Rahmayadi juga menyerahkan bantuan kepada 27 warga dari sepuluh desa, yakni Desa Kumpulan Setia, Hutarimbaru, Bangun Sejati, Mondan, Hutabargot Dolok, Saba Padang, Hutanaingkan, Hutabargot Lombang, Pasar Hutabargot, Sayur Maincat dan Desa Simalagi.
Bantuan pun dibagi menjadi beberapa bagian, ada yang mendapatkan bibit benih padi, bawang merah, cabe merah dan jagung. Serta pemberian secara simbolis bantuan hewan ternak berupa kambing, domba dan ayam.
Dan untuk membantu mempermudah pekerjaan para petambang yang beralih menjadi petani, Gubsu juga memberikan tiga unit hand traktor dan satu unit cultivator.

Bantuan tersebut diberikan Gubernur Edy Rahmayadi sebagai salah satu solusi agar masyarakat Madina menghentikan aktivitas tambang liar dan beralih menjadi petani.
“Penertiban seluruh tambang sulit dilakukan karena masyarakat belum punya alternatif sumber ekonomi lain, kita cari bersama solusinya, dengan bertani bisa menjadi salah satu solusi, saya akan siapkan lahan untuk kalian, yang bertani kembali bertani, yang berkebun silahkan berkebun, yang ingin melihara sapi, kambing dan ayam akan saya siapkan, marilah kita mulai hidup yang sehat,” ujar Edy.
Gubernur Edy pun dengan tegas tidak akan memberikan izin pada pertambangan yang dilakukan di Madina.
“Saya tak akan pernah mengizinkan tambang itu, bila membuat makhluk hidup lainya menjadi sengsara, kalau alam ini kita jaga, kita pun akan dijaga oleh alam, semua makluk Allah punya hak untuk hidup,” tegas Edy.
Dalam sosialisasi tersebut, Gubernur Edy juga memaparkan bahaya pemakaian kimia dan merkuri serta tigginya tingkat pencemaran akibat limbah obat kimia dan markuri. Dampak negatif nya pun berpengaruh terhadap kehidupan serta kesehatan masyarakat, apalagi untuk ibu hamil dan janin yang dikandung.
Selanjutnya Gubernur pun bertanya, Masihkah terus ini akan kita lanjutkan ? Yang langsung dijawab tidak oleh warga,
“Kalau tidak, maka hentikan ini semua. Kita perlu saling mendengarkan, dihari baik ini saya katakan pada kalian, hentikan itu semua, saya akan siapkan lahan untuk kalian, Sejahteranya Mandailing Natal ini akan membuat Sumut Bermartabat, jangan ragu untuk menghenti
Gubernur Edy pun berpesan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan kondisi ini,
“Rakyatku, saya jadi gubernur karena kalian, hampir 90 persen warga Madina yang memilih saya, untuk itu saya tak mau kalian sengsara. Saya yakin yang datang hari ini adalah orang orang yang ingin berubah. saya berharap tidak ada orang orang yang mengambil kesempatan dari kesusahan kita ini,” pesan suami Hj Nawal Lubis itu. (MN-01)











