BATAHAN,- Air sungai Muara Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai keruh akibat pertambangan Illegal menggunakan exavator dan mesin dongfeng dari Desa Tandikek Kecamatan Ranto Baek dan sekitarnya.
Menurut pengakuan warga, air sungai jadi keruh pasca beroperasinya tambang illegal di wilayah itu
“kami khawatir kondisi ini makin parah, pastinya semua ekosistem akan punah dan rusak seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Natal, sehingga binatang buas jenis buaya akan muncul ke permukaan, ini yang kami takuti,” kata Risman, Minggu (12/12/2021).
warga berharap, Pemerintah Daerah secepatnya melakukan tindakan supaya kegiatan tambang di sekitaran sungai berhenti dan masyarakat bisa hidup lebih tenang sebelum semuanya bertambah parah
“kami keberatan dengan kondisi ini, karena yang diuntungkan bukan masyarakat melainkan pengusaha yang berlindung di balik warga, apalagi yang datang ke sini bukan warga Batahan melainkan warga dari kecamatan lain, bahkan dari luar Madina,” ungkapnya
Pantauan MohgaNews di lokasi pasar batahan, air sepanjang sungai yang ditempatkan parkir perahu nelayan sudah sangat keruh, bahkan sudah sampai menyerupai sungai batang natal. (M-08)











