MohgaNewsIMadina – pandemi corona virus disease (Covid-19) bukan hanya sekedar bencana kesehatan, virus corona telah menimbulkan kekacauan di sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus corona telah membuat pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) mengeluh. Salah satunya produksi tahu di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina)
Ahmad Sofyan (53) pemilik pabrik tahu yang beralamat di lingkungan IV Kelurahan Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan, Minggu,(19/7) mengatakan dampak pandemi Covid-19 ini cukup menyulitkan bagi mereka produsen tahu.
Kata Sofyan, Covid-19 ini berdampak pada penjualan mereka, salah satunya pesanan kantin sekolah yang sudah terhenti selama beberapa bulan paska bencana non alam virus corona. Sebelum pandemi virus corona, Ahmad Sofyan bisa memproduksi 500 Kg kacang kedelai, tetapi paska pandemi Covid-19 ia hanya memproduksi rata-rata 300 Kg perhari.
“Konsumen kita berkurang, biasanya berlangganan ke kantin sekolah, Covid-19 meliburkan sekolah, jadi tidak ada lagi pesanan untuk sekolah,
“Kami mengalami penurunan penjualan yang cukup besar, biasanya kami bisa mengolah sampai 500 Kg setiap hari, setelah virus corona tidak stabil lagi, rata-rata hanya 300 Kg sehari,” keluh Sofyan.
Kondisi ini cukup menyulitkan bagi produksi UMKM yang telah ia tekuni selama belasan tahun itu dan telah mempekerjakan 16 orang karyawan.
Di samping itu, kepada MohgaNews Sofyan menjelaskan proses pengolahan pembuatan tahu, mulai dari perendaman kacang kedelai sampai penggilingan kacang dan proses pembentukan tahu.
“Kacang kedelai direndam dulu selama empat jam menggunakan asam cuka, lalu ditiriskan dan dicuci ulang seterusnya digiling dan dimasak, setelah dimasak kemudian ditiriskan lagi untuk memisahkan sampah dengan sarinya. Sari tersebut dicampur dengan asam cuka tujuannya untuk mengumpalkan biang tahu, selanjutnya baru dicetak sesuai ukuran, setelah mengering lalu dibuka dan dipotong-potong,” jelasnya
Ahmad Sofyan memulai usahanya dari tahun 2004 hingga sekarang, setiap hari ia bisa menghabiskan rata-rata 500 Kg kacang kedelai untuk memenuhi permintaan pelanggan.
“Rata-rata kami mengolah 500 Kg kacang, sesuai pesanan di pasar, kadang tidak sampai 500 Kg dan terkadang lebih,” terangnya
Soal harga, Sofyan menyebut saat ini mereka menjual Rp 700 perpotong, sedangkan tahun lalu mereka menjual Rp 500 perpotong. Ada kenaikan harga yang disebabkan harga kacang kedelai naik. Harga kacang saat ini Rp 450 ribu 1 sak.
“Bisa saja harga jual kami turunkan nanti, tergantung harga kacang kedelai,” tandasnya. (MN-11)










