MADINA, Mohga – usai mendapat penanganan dari tenaga medis di RSUD Panyabungan dan Permata Madina, puluhan warga Sibanggor Julu dan Sibanggor Tonga Kecamatan Puncak Sorik Marapi yang dirawat akibat dugaan menghirup uap beracun mulai berkurang. Sebagian sudah pulang dari rumah sakit
Direktur RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan dan humas Rumah Sakit Permata Madina, Ali Mukmin Harahap yang dihubungi mohganews menjelaskan kondisi pasien yang dirawat inap maupun rawat jalan di dua rumah sakit tersebut
Rusli Pulungan dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp menyebut, jumlah pasien yang dirawat di RSUD Panyabungan berjumlah 35 orang mulai dari awal hingga, Rabu (28/9/2022) pagi.
“Pasien yang dirawat di RSUD Panyabungan belum ada yang pulang, masih kita rawat. 16 orang di tenda yang disiapkan BPBD, selebihnya di ruangan rawat inap rumah sakit,” katanya
Dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan ini mengaku kondisi seluruh pasien dalam keadaan stabil dan keluhan sudah berkurang. Ia menyebut hasil diagnosa seluruh pasien adalah suspek intoksikasi gas.
“Pelayanan terbaik bagi seluruh pasien menjadi prioritas pemerintah daerah. Alhamdulillah keluhan mereka sudah berkurang,” ungkapnya sembari menyebut Bupati beserta Wakil Bupati, Ketua DPRD dan Sekda Madina berpesan agar pasien dirawat sampai benar-benar tidak ada keluhan lagi.
Sementara Humas Rumah Sakit Permata Madina, Ali Mukmin Harahap menerangkan, pasien yang mereka rawat awalnya berjumlah 54 orang. Setelah mendapat penanganan medis kondisi saat ini tinggal 35 orang masih rawat inap, dan 19 pasien sudah pulang (rawat jalan).
“Tinggal 35 orang lagi yang kita rawat hingga saat ini, 19 orang sudah pulang. Tapi tadi pagi ada masuk 5 orang untuk observasi,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Madina, HM Ja’far Sukhairi Nasution didampingi Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi dan Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis telah berupaya maksimal dalam menangani peristiwa yang menimpa warga Kecamatan Puncak Sorik Marapi ini.
Pemerintah daerah mulai awal peristiwa melakukan pemantauan warga terpapar uap yang diduga beracun ini. Hingga pukul 24.35 dini hari, Bupati dan rombongan masih berada di dua rumah sakit tersebut.
Bupati menyebut, peristiwa ini terjadi setelah pihak PT SMGP melakukan uji alir di Sumut T-11. (MN-08)










