MADINA, Mohga – Bupati Madina Muhammad Jafar Sukhairi Nasution dikabarkan marah-marah kepada warga Desa Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadia saat rapat dengan forkopimda membahas penyelesaian konflik lahan plasma, Jumat (24/3/2023) di aula setdakab komplek perkantoran Paya Loting.
“Rapat tak menghasilkan kesepakatan apa pun kecuali pak bupati marah sama kami. Seolah-olah, kami kekeh dan mempertahankan kehendak kami,” ujar Ketua Koperasi Produsen Hasil Sawit Bersama Sapihuddin kepada wartawan Jumat malam melalui sambungan telepon.
Sapihuddin pun mengungkit kembali rapat serupa pernah digelar pada 15 Agustus tahun 2021 yang lalu. Saat itu Bupati Madina Sukhairi Nasution berjanji dalam sebulan akan menuntaskan permasalahan atau sengketa warga Singkuang dengan PT Rendi tentang hal ini juga.
“Tahun 2021 lalu ada rapat serupa dan membahas hal yang sama. Pak bupati janji sebulan masalah ini selesai, tapi nyatanya sudah hampir dua tahun tak ada penyelesaian,” ujarnya
Bupati Madina meluapkan emosi di ruangan rapat Forkopimda dihadiri Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Sekda Alamulhaq Daulay, Kapolres Madina AKBP Reza Chairul, perwakilan Kajari Christopher B Sinaga, Staf Khusus Irwan H Daulay dan Ali Mutiara Rangkuti, Kadis Perizinan, Kadis Koperasi dan UKM, Camat Muara Batang Gadis dan Kades Singkuang 1, BPD, dan pengurus koperasi
Terpisah, staf khusus Bupati Madina bidang perekonomian Irwan Daulay membenarkan bupati meluapkan amarah.
“Marah sebagai sosok ayah kepada anaknya,” kata Irwan Daulay singkat kepada mohganews. (MN-07)













