Bidang Peternakan Madina Periksa Kualitas Daging Sapi di ‘Poken Bante’

MADINA – Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Bidang Peternakan kembali turun ke pasar untuk mengecek kualitas daging sapi yang dijual pedagang musiman menjelang sehari sebelum Idulfitri, Minggu (30/3/2025), pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Pengecekan itu dilakukan di pasar lama dan pasar baru Panyabungan.

Dapat diketahui, jualan daging sapi oleh para pedagang musiman sudah menjadi bagian tradisi menjelang Ramadan dan Idulfitri, mayoritas masyarakat akan kompak gulai rendang/sop. Oleh sebab itu, Bidang Peternakan hadir untuk menjamin kesehatan daging hewan yang dijual dan akan dikonsumsi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Siar Nasution, SP melalui Kepala Bidang Peternakan drh. Asrul Azwar Lubis mengatakan, pengecekan kualitas daging sapi sudah menjadi rutinitas Bidang Peternakan pada saat mendekati Ramadan dan Idulfitri.

“Ini agenda rutin dari Bidang Peternakan untuk memastikan daging sapi yang dijual kualitasnya Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Sejauh ini daging yang dijual sangat bagus dan masih baru,” kata dia.

Selain melakukan pengecekan kualitas daging, Dinas Pertanian juga mengutip retribusi kepada setiap pedagang daging untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pengutipan retribusi sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2011 tentang retribusi jasa rumah potong hewan sebesar Rp50 ribu/ekor sapi dan tim pemantau produk hewan ASUH sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 4568/SE/PK.350/04/2021,” jelas drg. Asrul Azwar.

Pantauan di Pasar Lama Panyabungan, masyarakat sudah padat merayap belanja daging sapi meskipun masih pagi hari. Sedangkan harga di pagi hari masih tinggi yakni Rp180 perkilo untuk daging kualitas terbaik.

Akibat dari mahalnya harga daging sapi tersebut, banyak pembeli beralih ke ayam broiler dan ikan, atau membeli daging dengan jumlah sedikit. (FAN)