MADINA – Wacana gelaran panggung seni mingguan di Alun-alun Panyabungan mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina, Ida Hairani, MM, menyatakan dukungan penuhnya terhadap usulan yang diinisiasi oleh para pegiat seni lokal tersebut.
Menurut Ida, jika program ini terealisasi, dampak positif yang dihasilkan akan sangat luas. Tidak hanya menjadi benteng pelestarian adat dan budaya, kegiatan rutin ini juga diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Usulan para penggiat musik untuk menjadikan Alun-alun sebagai panggung pentas seni mingguan dinilai dapat memberikan manfaat ganda. Ini menjadi ruang ekspresi bagi seniman, sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM di lokasi sekitar,” kata Ida, Sabtu (30/5/2026).
Lebih lanjut, Ida menjelaskan bahwa pertunjukan yang digelar secara konsisten setiap pekan dapat mengubah Alun-alun menjadi pusat aktivitas masyarakat yang menarik pengunjung dari berbagai kalangan.
Program ini juga diproyeksikan menjadi wadah bagi musisi dan seniman lokal untuk menampilkan karya mereka secara langsung. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah, sekaligus mengoptimalkan tata kelola ruang publik sebagai destinasi rekreasi dan budaya di Madina.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan pelaku usaha, pentas seni musik mingguan di taman kota ini diharapkan menjadi agenda rutin. Targetnya tidak hanya memperkaya kehidupan budaya masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Ida.
Usulan panggung mingguan ini mencuat setelah suksesnya penyelenggaraan festival adat dan seni bertajuk Rondang Bulan di Alun-alun Panyabungan pada Sabtu malam (23/5/2026) pekan lalu.
Seorang pegiat seni Kabupaten Madina, Hamzah Fansuri, mengaku sangat mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir pada malam itu. Berkaca dari respons positif tersebut, Hamzah menilai Alun-alun Panyabungan memiliki potensi besar untuk menjadi panggung seni yang berkelanjutan.
“Seni dan budaya Madina harus terus dijaga, dirawat, dan dihidupkan agar generasi muda kita tidak kehilangan identitasnya,” pungkas Hamzah. (FAN)






