Terjaring Razia, NW: Kegadisanku Hilang di Hotel Panyabungan

MADINA, Mohga – NW (23) gadis asal Angkola Julu, Padang Sidempuan ini ditangkap Satpol PP Mandailing Natal (Madina) di salah satu hotel di Kecamatan Panyabungan pada saat melakukan operasi penyakit, Rabu (18/5/2022) dini hari pukul 00.15 Wib.

NW ditangkap bersama pasangannya A (23) asal Kota Padang Sidempuan. Pasangan ini mengaku berencana pergi ke pesta pernikahan temannya di Panyabungan.

Berdasarkan hasil interogasi kepada NW, bahwa A merupakan pacar barunya yang masih berjalan 2 bulan.

Pengakuan mengejutkan juga disebutkan NW. Ia mengaku telah kehilangan kegadisannya pada tahun 2015 lalu bersama seorang lelaki hidung belang asal Kota Pematangsiantar Sumatera Utara. Dan, kejadiannya di salah satu hotel di bilangan kota Panyabungan.

”waktu saya kelas 3 SMA, saya pacaran dengan seorang laki-laki asal Pematangsiantar yang bekerja sebagai pekerja koperasi. Saya di ajak ke hotel di Panyabungan untuk menemaninya mengutip cicilan nasabah, saya di perkosa dan waktu itu belum tau apa-apa,” ungkap perempuan berbadan kurus ini.

Semenjak kejadian tersebut, NW pun di tinggal pria pekerja koperasi itu, sebab pria tersebut memilih menikah dengan orang lain. NW mengaku menjalani hubungan pacaran selama 2 tahun dengannya.

”cuman satu kali berhubungan badan dengan pekerja koperasi itu. Saya baru tiga kali berhubungan badan, termasuk dengan si A (temannya saat ditangkap satpol PP Madina),” ungkapnya

NW menjelaskan, dalam setiap hubungan badan, ia tidak dibayar berapapun, terkecuali hanya modal cinta dan pacaran.

Kepala Satpol PP Madina, Lismulyadi Nasution melalui Kepala Bidang Trantibum, Ismail Saleh Dalimunte mengatakan Operasi Pekat kali ini berhasil mengamankan 2 pasang yang dicurigai menjalin hubungan tidak jelas.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di kantor, Ismail memutuskan melepas 1 pasang asal Kecamatan Batang Natal Karana memiliki bukti kuat yakni identitas kartu keluarga.

”malam itu juga, pasangan SHL (43) dan SR (51) asal Batang Natal kita lepas dikarenakan ada bukti kuat identitas keluarganya. Memang, pada saat penangkapan mereka terlihat gugup, makanya kita amankan. Sementara pasangan asal luar daerah itu masih di kantor untuk dilakukan pemeriksaan dan pemanggilan orang tua,” sebutnya.

Ismail menerangkan, Operasi Pekat tersebut adalah instruksi Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution yang disampaikan oleh Kasatpol PP dengan tujuan memulai membersihkan kegiatan maksiat di Kabupaten Madina. (MN-08