MohgaNews|Madina – Sandiaga Salahuddin Uno berbagi tips sukses kepada santri dan santriyati pondok psantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal pada kunjungannya, Senin (10/12).
Sandiaga mengatakan, santri merupakan generasi yang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa di masa depan. Santri cikal bakal pemimpin yang berakhlakul karimah.
“saya melihat masa depan Indonesia ada di tangan santri, bagaimana kita menciptakan Islam yg rahmatan lil alamin. Tentunya kita harus bekali generasi yang akhlakul karimah, dan harus kita bekali agar mereka bisa jasi generasi yang sukses,” kata Sandi.
Calon wakil presiden RI itu menyebut, santri harus dibekali dengan pengetahuan teknologi agar bisa bersaing dan kompetitif.
“dan, bila adik-adik ingin sukses, tanamkan 4 As mulai sekarang. Yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas, sehingga nanti psantren yang kita cintai ini bisa melahirkan entrepreneur-entrepreneur di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Kerja Keras, kata Sandi sangat penting dilakukan dalam mewujudkan setiap impian, kemudian Kerja Ceras menurut Sandi, zaman ini tidak cukup hanya belajar monoton tanpa mengeksplore dunia teknologi.
Kemudian, Kerja Tuntas, kata Sandi setiap apa yang dikerjakan tidak boleh setengah-setengah, dan perlu diketahui tantangan maupun rintangan setiap apa yang dikerjakan pasti ada, namun tantangan jangan jadi penghambat dalam menuntaskan pekerjaan.
Dan terakhir Kerja Ikhlas. Sandi menyebut, keikhlasan itu amat penting dalam mengerjakan apapun.
“Kita harus mengikhlaskan apa hasil yang kita capai, karena tugas kita sebagai hamba adalah berusaha, dan Allah juga lah yang menentukan hasilnya,” ujar Sandi.
Ia juga mengatakan, peringatan Maulidur Rasul Nabi Muhammad SAW perlu dimaknai dengan mencontoh kehidupan rasulullah.
“seperti kehidupan yang sederhana yang ditanamkan oleh Rasulullah, baginda kita menunjukkan kesederhanaan dengan tidur di atas pelepah kurma, bukan karena tidak mampu tidur di tempat yang lebih empuk.
“beliau juga menambal jubahnya sendiri, ini adalah wujud kemandirian dan kesederhanaan Rasulullah yang mesti kita tanamkan dalam kehidupan kita. Dan pemimpin juga harus bisa mandiri seperti Rasulullah yang kita cintai,” pesannya.
Sandi juga menyebut, Mandailing Natal memiliki potensi dan kekayaan alam Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia, dan potensi ini harus ditumbuhkan agar generasi kita lebih baik lagi.
“Sudah saatnya potensi bangsa ini, SDM dan SDA kita manfaatkan utk kemajuan bangsa kita. Kita tidak perlu lagi produk impor bila kita sudah bisa produk sendiri. Kenapa kita harus impor, negeri kita sangat kaya,” tambahnya. (MN-01)












