Banjir Bandang di Mandailing Natal, 12 Orang Meninggal Dunia

MohgaNews|Madina – musibah banjir bandang terjadi di desa Muara Saladi kecamatan Ulupungkut kabupaten Mandailing Natal, Jumat sore (12/10). Ada 12 orang yang meninggal dunia karena diseret derasnya air sungai dan kayu besar.

informasi yang diperoleh, 12 orang korban meninggal dunia itu yakni Hapsoh (9), Isroil (9), Alfi syahri (9), Masitoh (9), Dahleni (10), Tiara (10), Isnan (10), Wahidan (10), Rian (10), Aisyah (12), Mutiah (12) dan Sohifah (12).

Selain 12 orang korban meninggal, ada 17 orang yang selamat dan mengalami luka-luka.

Peristiwa ini berawal dari curah hujan yang cukup tinggi mulai hari Kamis sore, dan pada Jumat sore, anak-anak murid di madrasah ibtidaiyah yang setiap hari masuk pada sore hari di desa Muara Saladi tersebut masih mengikuti proses belajar mengajar seperti biasanya. Letak madrasah tersebut dekat dengan sungai muara saladi di desa itu.

Lalu, sekitar pukul 16.00 Wib, murid sekolah madrasah tersebut yang sedang berada di dalam ruangan belajar, tiba-tiba ada suara keras dari pohon tumbang tak jauh dari madrasah. Kemudian, air sungai yang sudah mulai naik dan deras itu juga membawa kayu-kayu besar sehingga menghantam bantaran sungai dan akhirnya bangunan madrasah rubuh, dan anak-anak ikut dalam reruntuhan bangunan tersebut.

“Ada 29 orang murid di dalam ruangan yang runtuh dan terseret, setelah dilakukan pencarian 12 orang meninggal dunia, dan yang lainnya ditemukan selamat dengan mengalami luka-luka,” ujar Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji lewat sambungan telepon, Sabtu (13/10)

Irsan menyebut, 12 orang korban meninggal dunia sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat. Dan, saat ini Kapolres bersama jajarannya juga Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution masih berada di lokasi guna memberikan pertolongan.

Sebab, selain menyebabkan 12 orang meninggal dunia, sejumlah rumah juga hancur dihantam banjir bandang tersebut.

Musibah banjir bandang dan longsor di Mandailing Natal dalam tiga hari ini masih belum bisa diidentifikasi sepenuhnya oleh instansi terkait. Sebab, ada beberapa titik wilayah kecamatan di Mandailing Natal yang terkena dampak banjir dan longsor.

Dan, sampai sekarang BPBD Mandailing Natal juga belum merilis data korban atas peristiwa banjir di semua wilayah kabupaten Mandailing Natal. (MN-01)