MADINA, Mohga – polisi masih kesulitan mengungkap motif atau penyebab MDS (32) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam rumahnya di Desa Hutabangun Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Madina pada Minggu malam (6/11/2022)
Kapolsek Siabu, AKP Jamaluddin Nasution mengaku belum bisa mendapat informasi dari istri korban Asrina Nasution, karena masih trauma. Saat kejadian, Asrina sedang tidak berada di dalam rumah
“Belum bisa kita tanya semalam soal kronologi lengkap terhadap istrinya. motif kejadian ini belum kita peroleh. Korban merupakan pekerja berat, tukang langsir batu emas di gunung Hutabargot,“ kata Kapolsek, Senin (7/11/2022).
Kapolsek mengaku sempat menjalin komunikasi dengan orangtua (ayah) korban sewaktu jasad korban ditangani di Puskesmas Siabu. Ayahnya mengaku sudah lama hubungan antara ayah dan anak tidak harmonis.
“Ayah korban tadi malam sempat bercerita soal hubungan mereka yang tidak harmonis. Ketidakharmonisan ini belum sempat kita tanya apa penyebabnya. Tadi malam kita fokus evakuasi korban. Sebenarnya si korban sudah dua kali menikah, istri pertamanya meninggal dunia dan Asrina merupakan istri kedua, mereka dikaruniai dua orang anak,” ungkapnya.
Lebih jelas, korban Darmanto Sipahutar baru saja tinggal di Lorong Ginting Salak Desa Huta Bangun. Selama ini ia tinggal di dekat rumah orangtuanya di Desa Simaninggir Kecamatan Siabu. Akibat ketidakcocokan dengan orang tua, ia memilih pindah ke Kecamatan Bukit Malintang.
Menurut keterangan Kapolsek Siabu, tanda-tanda kekerasan tidak ditemukan pada tubuh korban, melainkan hanya bekas gantungan di bagian leher.
“Sudah kita visum semalam, ini murni gantung diri. Luka pada bagian badan yang lain tidak ada ditemukan,” jelasnya. (MN-08)












