MADINA, Mohga – organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung kabupaten Mandailing Natal (Madina) gabungan antara organisasi HMI, PMII, GMNI menolak kedatangan gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ke Kabupaten Madina
Mahasiswa Cipayung menilai gubernur Edy Rahmayadi gagal dalam pemerataan pembangunan di Sumatera Utara
Mengingat visi misi gubernur Sumatera utara yang tidak tercapai di mandailing Natal baik diantaranya Infrastruktur kurang merata di Mandailing Natal, penyakit masyarakat yang merajalela seperti judi, togel, prostitusi dan penyelundupan narkoba yang masih sangat marak khususnya di Mandailing Natal.
“Harus diingat juga Galian c yang sangat marak di Mandailing Natal tapi hampir tidak ada tindakan dari Pemda, pemprov dan APH seperti dibiarkan saja di Mandailing Natal,” ujar mahasiswa melalui siaran pers yang diterima mohganews, Selasa (29/8/2023)
Belum lagi persoalan perusahaan-perusahaan ilegal di Mandailing Natal yang merusak ekologi alam. Seolah-olah pemerintah tidak mau tahu.
“Gubernur Sumatera Utara bukan sekali dua kali ke mandailing Natal, tetapi perubahan seakan tidak terlihat di Mandailing Natal,” sebut Ketua PMII Madina, Ahmad Rizal Nasution.
Kelompok Cipayung Mandailing Natal sangat kecewa dengan gubernur Sumatera Utara, lebih baik gubernur tidak usah hadir ke Mandailing Natal, karena datang dan tidak datang hampir sama saja tidak ada perubahan.
MHD. Riswan Nasution, ketua umum HMI Cabang Mandailing Natal. Ahmad Rizal Nasution, Ketua Umum Pengurus Cabang PMII MADINA. Rajab Husein Hasibuan, Ketua Umum DPC GMNI Mandailing Natal. Sama-sama berkomitmen membangun perubahan di Mandailing Natal dan menolak Gubernur Sumatera Utara ke Mandailing Natal. (MN-07)











