MADINA, Mohga – pelajar di 4 desa wilayah Sulangaling Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terancam putus sekolah disebabkan koneksi jaringan terputus total sejak bulan Desember tahun 2021 lalu
Para orang tua dan tokoh masyarakat setempat berkeluh kesah meminta pemerintah daerah peduli nasib mereka.
Diceritakan salah seorang tokoh masyarakat setempat, Partahanan Pulungan. Ia mengungkapkan keluh kesahnya melalui mohganews, Minggu (5/6/2022)
Ia berharap pemangku kebijakan di daerah peduli terhadap ribuan warga, terkhusus kepada pelajar yang sedang menempuh pendidikan.
Pria akrab disapa Tahan ini mengaku sebelumnya, koneksi jaringan di wilayah tersebut sangat baik. Namun, sejak peristiwa banjir dan longsor Bulan Desember 2021 lalu, tower kecil rusak total.
”apalagi ini sudah dekat ajaran baru, pendaftaran pun lewat online semua. Anak saya saja mau daftar kuliah, ada beberapa tahap pendaftaran online. Bolak-balik ke Tabuyung dari Sulangaling bukan hal yang mudah, selain membutuhkan biaya yang banyak, fasilitas jalan pun sering terancam,” keluhnya
”atas nama masyarakat wilayah Sulangaling sangat berharap kepada pemerintah agar peduli kondisi kami ini. Tolong, kami diperhatikan, pembangunan di sini masih minim,” harapnya.
Tahan juga mengeluhkan biaya untuk menuju Desa Tabuyung dari Sulangaling menaiki perahu habis Rp 500 ribu dalam setiap proses mendapatkan jaringan.
”sudah termasuk biaya makan kita di sana, kalau hanya sekali enggak masalah kan. Cuman, pendaftaran online itu ada beberapa tahap, manalah sanggup masyarakat apalagi kondisi perekonomian saat ini semakin terpuruk,” imbuhnya. (MN-08)






