Banjir Terparah Melanda Sulangaling Madina Setelah Adanya Aktivitas Tambang Emas Ilegal

MADINA – Peristiwa banjir melanda empat desa di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (Madina) dikabarkan tahun ini banjir paling parah. Menurut sumber di Sulangaling, banjir parah itu terjadi setelah adanya aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan excavator di Aek Sininjon.

Dua orang sumber meminta identitasnya disembunyikan mengakui aktivitas tambang emas tanpa izin menggunakan excavator di Aek Sininjon sudah enam bulan bebas beroperasi.

“Banjir tahun ini paling parah, bang. Itu terjadi setelah adanya aktivitas penambangan emas pakai alat berat. Hutan digunduli, aliran sungai rusak, sehingga air masuk tanpa ada lagi penghalangnya,” kata sumber kepada wartawan, Selasa (3/12/2025).

Sumber terpercaya ini menyebut, empat alat berat beroperasi di Aek Sininjon. Pemilik alat berat itu oknum pria tinggal di Lubuk Kapundung II dan Ranto Panjang berinisial AF dan A.

“Masing-masing dari mereka miliki dua alat berat. Alat berat itu masih berada di Aek Sininjon” ujarnya.

Sumber juga menyampaikan banjir yang terjadi sebelum adanya aktivitas tambang emas di Aek Sininjon hanya berlangsung hanya 2 hari saja dan berlangsung surut.

Namun, kata dia, faktanya banjir tahun ini berlangsung selama sepekan lebih sehingga merusak rumah dan puluhan hektare lahan dan tanaman pertanian masyarakat.

“Kita duga karena ada aktivitas pertambangan itu lumpur sudah masuk ke areal pertanian. Warga Sulangaling gagal panen. Stok pangan bakal terancam untuk panen yang akan datang,” tegasnya.

Dapat diketahui, peristiwa banjir melanda wilayah Muara Batang Gadis, Madina, dilaporkan paling parah di tahun 2025. Debit air naik ke pemukiman warga setinggi 4 meter, berlangsung sepekan lebih.

Atas peristiwa ini, pemerintah daerah kewalahan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam memasok bantuan akibat Sungai Batang Gadis di wilayah itu tidak bisa dilewati Sampan.

Banjir parah di wilayah Muara Batang Gadis, bukan hanya menghantam Sulangaling, akan tetapi Desa Singkuang I, Trans Singkuang, Singkuang II, dan Batu Mundom. Banjir ke pemukiman warga disebabkan luapan Sungai Batang Gadis. (FAN)