MADINA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 34 STAIN Mandailing Natal (Madina) memberikan penyuluhan Tajhijul Mayit kepada masyarakat Desa Purba, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Madina, Selasa (5/8/2025).
Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Purba Julu, dengan menghadirkan pemateri dari tokoh agama dan difasilitasi langsung oleh mahasiswa KKN.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja bidang keagamaan. Penyuluhan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, khususnya kaum bapak dan ibu, serta Naposo Nauli Bulung (NNB).
Pelatihan atau penyuluhan Tajhijul Mayit ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga mensalatkan dan menguburkan jenazah.
Ketua Posko 34 KKN STAIN Madina Anggi Maulana Nasution menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi keagamaan yang aplikatif dan dibutuhkan oleh masyarakat.
“Pelatihan ini kami rancang agar seluruh warga desa, dari kalangan bapak-bapak, ibu-ibu hingga NNB, memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang fardhu kifayah. Ini penting karena kematian adalah bagian dari kehidupan yang pasti kita hadapi,” kata Anggi.
Kepala Desa Purba Julu, Pamusuk, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKN Posko 34 atas inisiatif kegiatan Tajhijul Mayit.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus terjalin. Semoga ilmu yang dibagikan menjadi amal jariyah bagi adik-adik mahasiswa,” ucapnya.
Salah seorang peserta pelatihan dari kelompok pengajian juga mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat karena selama ini sebagian besar masyarakat belum mengetahui secara lengkap prosedur pengurusan jenazah.
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Biasanya kalau ada yang meninggal, hanya sedikit yang tahu caranya. Sekarang kami sudah mengerti dan lebih siap membantu,” ungkapnya.
Pelatihan Tajhijul Mayit diakhiri dengan penyerahan simbolis perlengkapan Tajhizul Mayyit kepada pemerintah desa sebagai dukungan untuk keberlanjutan pelatihan di masa mendatang. Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bermanfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara kampus dan desa binaan.
Sekadar informasi, dalam pelatihan itu dipandu oleh Ketua BKM Masjid setempat bernama Iqbal. Ketua BKM menjelaskan tahapan-tahapan pengurusan jenazah secara teoritis dan dilanjutkan dengan praktik langsung oleh peserta.
Para ibu-ibu mempraktikkan cara memandikan dan mengkafani jenazah perempuan. Sementara kaum bapak dan NNB fokus pada pelatihan memandikan, mengkafani, salat jenazah, dan penguburan. (FAN)









