PASAMAN BARAT – Mahasiswa yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STAIN Mandailing Natal (Madina) berhasil dalam menggagas program magrib mengaji di Jorong Sarasah Betung, Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (15/10/2024).
Terealisasikannya kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pembinaan keagamaan anak-anak. Progam ini bakal terus berlanjut meskipun mahasiswa KKN sudah pamit pulang ke kampung ke Madina.
Ahmad Yasi S.Pd.I selaku kepala jorong menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi upaya mahasiswa KKN STAIN Madina yang telah mengadakan dan menerapkan tradisi magrib mengaji setiap hari dilaksanakan selama dua bulan proses KKN berjalan.
“Kebiasaan ini terus berjalan hingga sekarang meskipun sudah satu bulan lebih pelepasan KKN STAIN Madina,” katanya.
“Saya selaku perwakilan masyarakat Jorong Sarasah Betung sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN STAIN Madina khususnya kelompok 46 yang diketuai oleh saudara Rio Wahyudi dan rekan-rekannya,” sambungnya.
Ahmad Yasi juga menerangkan, keberhasilan yang dicapai tidak hanya dilihat dari segi keagamaan, tetapi juga sebagai bukti bahwa program KKN mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Menurut dia, para mahasiswa STAIN Madina, melalui program KKN, berhasil membangun fondasi yang kuat dalam pendidikan agama di Jorong Sarasah Betung, yang diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
“Orang tua juga turut mendukung keberlanjutan kegiatan ini karena dianggap mampu meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan ajaran agama,” ungkapnya.
Ahmad Yasi menyebut, semenjak kehadiharan mahasiswa KKN STAIN Madina, setiap waktu Magrib tiba, anak-anak tetap berkumpul di masjid dan rumah tahfidz untuk mengaji, seperti yang dilakukan selama mahasiswa KKN.
“Ini menjadi kebiasaan baru yang sangat baik bagi generasi muda kami,” ujarnya.
Dengan berakhirnya program KKN, masyarakat Jorong Sarasah Betung berharap agar kegiatan Magrib Mengaji ini terus dibina oleh pihak terkait, sehingga generasi muda dapat tumbuh dengan nilai-nilai Islam yang kuat. (FAN)






