MADINA – Viral di media sosial, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara termasuk salah satu wilayah berpotensi tsunami ancaman awas dalam tabel gempa.dunia yang dikeluarkan pada 18 Agustus 2024.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina memberikan keterangan resmi untuk menjawab kekhawatiran masyarakat atas informasi yang beredar tersebut.
Keterangan langsung disampaikan Kepala BPBD Madina Mukhsin, Jum’at (23/8/2024) di ruang kerjanya.
Mukhsin mengatakan, pagi tadi pihaknya sudah mengonfirmasi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berkantor di Kota Padangsidimpuan.
Pihak BMKG ke BPBD Madina mengatakan informasi terkait potensi ancaman tsunami yang terjadi di sejumlah daerah termasuk di Madina masih sebatas perkiraan, alias bukan sebuah prediksi bakal terjadi.
“Terkait isu yang berkembang gempa berkekuatan Megathrust, BMKG menyebut ini baru perkiraan yang dilihat dari catatan sejarah bahwa ini pernah terjadi di zona Megathrust Selat Sunda pada tahun 1797 atau 227 tahun yang lewat dan pernah terjadi di Mentawai-Siberut tahun 1757 atau 267 tahun yang lewat,” katanya.
“Dari catatan sejarah itulah BMKG memprakirakan ya, bukan memprediksi, itu cukup jauh perbedaannya bahwa akan terjadi lagi atau sejarah gempa berkelanjutan Megathrust itu akan terjadi lagi,” sambungnya.
Mukhsin mengatakan, dari perkiraan tersebut BMKG membahas dengan pemangku kebijakan dan lintas sektoral. Sementara tujuan untuk dibahas menurutnya adalah untuk mitigasi.
Mitigasi diartikan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
“Kalau untuk memperakurat ataupun memprediksi, sampai hari ini belum ada alat ataupun ukur kapan terjadi dan berapa kekuatannya tentang gempa,” jelasnya.
Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution melalui Kepala BPBD mengimbau masyarakat Madina agar tidak terpancing isu-isu yang cukup berkembang di media sosial.
“Masyarakat jangan dulu menjadi resah, atau jangan ada lagi diisukan atau ditambah tambahi lagi isu yang belum pasti sehingga membuat masyarakat resah. Ini info resmi dari BMKG selaku yang membidangi,” ungkapnya.
BPBD juga menegaskan tabel-tabel pusat gempa yang beredar di media sosial diharap tidak mengundang kekhwatiran, Mukhsin mengimbau masyarakat agar tetap aktif dalam beraktivitas seperti biasanya.
“Imbauan kita masyarakat tetap tenang, beraktivitas seperti biasanya seperti melaut, berdagang dan berwisata di pantai. Karena informasi yang berkembang soal potensi gempa Megathrust itu bukan prediksi ataupun peringatan dini. Jangan dimaknai keliru seolah-olah bakal terjadi dalam waktu dekat,” tegasnya.
Sebelumnya dilihat, tabel dari gempa.dunia yang keluar pada 18 Agustus 2024 lalu, memberikan keterangan potensi ancaman tsunami di beberapa wilayah di Indonesia.
Kabupaten Madina berada di urutan pertama dalam ancaman awas (Garis merah). Tinggi tsunami 3 hingga 10 meter yang terjadi lebih kurang pukul 01.45 Wib. (FAN)












