MADINA – tak disangka-sangka, dua orang kakak beradik dari Sipalangka Desa Bangun Purba Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinyatakan lulus masuk Institut Pertanian Bogor (IPB), salah satu perguruan tinggi negeri paling bergengsi di Indonesia. Mereka adalah Rosa Salsabila dan Haniatur Rizki, dan sama-sama tercatat sebagai alumni SMAN 1 Panyabungan. Rosa alumni 2023 sedangkan Hani alumni tahun 2024.
Keduanya lulus dan akan mengikuti perkuliahan tahun akademik 2024-2025. Rosa masuk ke IPB melalui jalur UTBK (testing) tahun 2024 jurusan Fisika, sedangkan sang adik Haniatur Rizqi masuk melalu jalur undangan/prestasi (SNBP). Keduanya sama-sama mengambil jurusan Fisika.
Rosa dan Hani merasa bergembira karena tidak lama lagi akan memulai kehidupan baru mereka sebagai mahasiswa IPB, beserta anak-anak lainnya dari penjuru nusantara.
“Kami senang karena sama-sama lulus di IPB. Ini cita-cita kami,” kata Rosa dan Hani, anak kedua dan ketiga dari pasangan suami istri, Muhammad Nuh dan Manna Lubis ini.
Keduanya menerangkan, memilih jurusan Fisika karena jurusan ini termasuk prioritas nasional sebagai pendukung ketahanan energi.
Ayah Seorang PNS biasa
Muhammad Nuh, ayah dari Rosa dan Hani turut bergembira karena kedua anaknya lulus berbarengan di IPB. Nuh hanyalah seorang PNS golongan biasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina, sedangkan istrinya Manna Lubis adalah ibu rumah tangga.
“Bisa dibilang ini anugerah bagi keluarga kami,” ucapnya.
Muhammad Nuh mengisahkan, tidak ada hal istimewa yang dilakukan Nuh dan istrinya dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka, termasuk Rosa dan Hani.
“Memang sejak SD mereka selalu dapat rangking di kelasnya. Kalau sistem belajarnya biasa saja, belajarnya selepas salat isya dan salat subuh, tetapi yang membuat kami bangga karena mereka selalu menuruti orangtua, ibadahnya rajin, termasuk ibadah salat tahajud,” kata Nuh.
Di sisi lain, dalam hal mendidik anak, sebagai orangtua, Nuh terinspirasi dari tokoh pendidikan Nasional Prof Arief Rahman M.Pd
“Salah satunya saya masih ingat ucapannya “kita mengarahkan anak untuk rajin belajar, namun jangan lupakan hak anak untuk mendapatkan waktu bermain yang cukup. Karena ini sangat berperan dalam pembentukan karakternya ke depan apabila dia sudah dewasa,” kata Nuh.
Terakhir Nuh berpesan kepada semua orangtua agar penuh kesabaran dalam mendukung cita-cita anak-anaknya, begitupun kepada anak-anak yang saat ini masih sekolah agar tidak pernah patah semangat dan menyerah menggapai cita-cita.
“Kunci paling utama adalah jangan pernah melawan dan menyakiti hati orangtua, kemudian ibadah dijaga, selebihnya ikuti proses dengan baik sembari bertawakkal kepada yang Maha Kuasa,” pungkasnya. (MRL)









