MADINA – Nurhasanah Nasution S,Sos.I, penyuluh agama Islam kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan kunjungan ke Puskesmas Ulupungkut, tepatya di Kelurahan Hutagodang, Jumat (26/2/2026)
Kunjungannya diterima oleh beberapa orang staf, termasuk ibu rumah tangga warga setempat. Nurhasanah mengenalkan diri dan maksud kunjungan yang bertujuan untuk silaturahmi sekaligus diskusi.
Dalam pemaparannya, Nurhasanah mengatakan diskusi tersebut mengenai rumah tangga, tepatnya mengenai keluarga sakinah. Mengingat masyarakat di sana kebanyakan masih membutuhkan edukasi tentang keluarga sakinah.
Nurhasanah menjelaskan tentang pentingnya kejujuran dalam menjaga keutuhan mahligai rumah tangga.
Kejujuran adalah suatu sikap lurus hati, menyatakan yang sebenarnya, tidak berbohong atau menyalahi sesuatu yang hal. Kejujuran adalah As-sidqu, yang bermakna kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. Kesesuaian antara informasi dengan kenyataan. Sesuatu yang baik dan tidak dicampur dengan dusta.
Ia menerangkan, kejujuran merupakan suatu nilai yang bermakna besar karena saat ini banyak orang yang mengabaikan hal tersebut. Kejujuran tidak hanya perlu bagi mereka yang mempunyai jabatan, tapi sikap ini perlu bagi setiap orang yang ditanamkan pada diri sendiri dalam situasi dan kondisi apapun. Walaupun terkadang kejujuran itu terasa pahit, namun kejujuran akan selalu berbuah kenikmatan. Kejujuran bisa menyelamatkan diri dari setiap keburukan hingga kehancuran.
“Dalam biduk rumah tangga, kejujuran salah satu modal penting. Rumah tangga yang dibangun di atas pondasi ketidakjujuran alamatnya adalah kehancuran. Dan kejujuran syarat penting dari rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Bisa kita bayangkan suatu hubungan yang didasari kebohongan akan sangat menyakitkan. Akan banyak yang terluka, tidak hanya pasangan suami istri, tapi paling rugi adalah masa depan anak-anak. Ketidakjujuran akan menyebabkan pertengkaran bertubi-tubi, keretakan rumah tangga, bahkan bisa terjadi perceraian. Tentunya perceraian menyebabkan masa depan anak terancam,” jelasnya.
Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :
“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim)
Di sisi lain, membangun mahligai rumah tangga itu tak kalah penting adalah kesabaran. Tidak ada rumah tangga yang tidak diuji dengan pertengkaran. Bisa karena faktor ekonomi, pendapat yang sering berbeda, dan banyak ujian bentuk lain yang pasti datang.
“Selain kejujuran yang tak kalah penting adalah kesabaran. Semua rumah tangga pasti ada tantangannya. Boleh saja kita melihat sebuah keluarga yang penuh kemewahan, berkecukupan, dan kita menilainya mereka bahagia, itu belum tentu. Karena banyak orang kaya raya namun gagal membina rumah tangga, anak-anak tidak terurus pendidikannya, pergaulannya, dan sebagainya.
“Terkadang sebuah keluarga yang kita lihat pas-pasan, tapi mereka hidup lebih bahagia. Bekerja sama mendidik anak-anaknya, bisa bercanda ria bersama, punya waktu luang untuk salat berjamaah. Artinya kekayaan atau kemewahan itu bukan jaminan keluarga sakinah, tapi hidup sederhana dibarengi dengan kejujuran dan kesabaran lebih bermakna,” ungkapnya.
dalam sebuah Riwayat bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti ada kemudahan.” (HR. Abd bin Humaid di dalam Musnadnya (lihat durrah salafiyah hal 148.)
“Dari hadist tersebut, Rasulullah mengajarkan kita sebagai umatnya untuk selalu memakai sifat sabar dalam kondisi dan situasi apapun. Termasuk dalam membangun mahligai rumah tangga. Rumah tangga yang baik akan membawa kita kepada keridhoan dan kasih sayang yang Maha Kuas,” tutupnya. (SDL)











