Kasus Pembunuhan Penambang Emas di Hutabargot, Polisi Segera Gelar Perkara

MADINA – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mandailing Natal (Madina) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap belasan saksi terkait kasus dugaan pembunuhan seorang penambang emas di Kilometer II, Kecamatan Hutabargot. Polisi kini bersiap melakukan gelar perkara untuk menentukan kejelasan kasus tersebut.

Saksi terakhir yang dimintai keterangan oleh penyidik adalah seorang pria berinisial AH alias D. Informasi perkembangan kasus ini tertuang dalam surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 4 September 2026 yang dikirimkan kepada pelapor, Rina Puspita Yanti, istri dari korban.

Penasihat hukum pelapor, Solahudin Hasibuan, mengonfirmasi bahwa kliennya telah menerima surat pemberitahuan tersebut pada Jumat (4/9/2026).

“Benar, pemeriksaan saksi-saksi yang dibutuhkan oleh penyelidik Sat Reskrim sudah rampung. Kita saat ini menunggu hasil gelar perkara,” ujar Solahuddin saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Solahuddin membeberkan bahwa pihak keluarga sudah mengetahui hasil autopsi dari tim ahli forensik. Meski menyerahkan penuh prosesnya kepada kepolisian, ia menegaskan bahwa indikasi tindak pidana dalam kematian korban sangat kuat.

“Hasilnya positif (korban dibunuh), tetapi pastinya kita tunggu hasil resmi dari gelar perkara,” lanjutnya.

Mengingat proses hukum telah berjalan lebih dari empat bulan sejak pertama kali dilaporkan, pihak kuasa hukum mendesak kepolisian agar segera memberikan kepastian hukum atas kematian korban.

Kasus ini bermula dari tewasnya seorang penambang emas bernama Muhammad Solih di dalam lubang tambang. Jasad korban ditemukan oleh pihak keluarga pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan pegunungan Kilometer II, Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot.

Guna mengusut penyebab kematian, tim ahli forensik Polda Sumatera Utara sebelumnya telah melakukan proses ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah korban pada 17 Juni 2026 di TPU Sukaramai IV, Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan. (FAN)