Irigasi Sipalangka Diterjang Banjir, Dua Desa Terancam Kekeringan

MADINA – hujan lebat yang terjadi sepekan terakhir di wilayah Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyebabkan saluran irigasi Sipalangka Desa Aek Marian mengalami kerusakan akibar terjadinya longsor.

Irigasi tersebut rusak total sehingga aliran air terhenti, sedangkan saluran irigasi atau Daerah Irigasi (DI) Sipalangka ini mengaliri sekitar 125 Ha persawahan di dua desa, yaitu Desa Aek Marian dan Desa Bangun Purba. Sedangkan sumber air yang mengaliri irigasi Sipalangka ini dari Desa Maga Dolok atau sekitar 5 Km dari titik DI Sipalangka, dan berada di lereng bukit.

Kerusakan berupa saluran irigasi tergerus longsor sepanjang 50 meter dengan kedalaman 10 meter. Dengan kondisi ini masyarakat tidak sanggup lagi mengerjakan perbaikan secara gotong royong.

Irham, warga Aek Marian kepada Mohganews, Kamis (21/12/2023) menjelaskan, kerusakan pada saluran irigasi Sipalangka ini terjadi pada hari Sabtu (16/12/2023) pekan lalu.

“Kejadiannya pada Sabtu pekan lalu disebabkan hujan lebat, sehingga DI Sipalangka rusak total. Kami tidak sanggup memperbaikinya secara bergotong royong. Kejadian ini berdampak pada lahan persawahan dua desa sekitar 125 Ha. Petani baru selesai menanam padi, tentu kebutuhan air akan banyak ke persawahan,” kata Irham

Irham dan warga lain bernama Jagulo menerangkan, selain ancaman kekeringan pada areal pertanian masyarakat, kerusakan DI Sipalangka ini juga mengakibatkan terjadinya kekeringan di pemukiman masyarakat.

“Karena saluran DI Sipalangka juga sumber pengairan ke MCK dan masjid di dua desa, Aek Marian dan Bangun Purba. Sekarang warga sudah mulai kesulitan air bersih akibat saluran irigasi yang rusak,” keluh mereka.

Karena itu, warga Bangun Purba dan Aek Marian meminta pemerintah daerah segera menurunkan bantuan untuk memperbaiki kerusakan saluran irigasi Sipalangka karena warga tidak sanggup mengerjakannya perbaikannya.

“Kami mohon kepada pak bupati dan ibu wakil bupati atau pejabat instansi terkait agar secepatnya memperbaiki irigasi Sipalangka, supaya masyarakat kembali tenang, kalau ini berlarut maka masyarakat di dua desa ini akan kesulitan air untuk pengairan sawah dan keperluan ibadah di masjid,” harap mereka. (SAN)