Haornas 2026: Strategi Dispora Madina Cetak Atlet Berprestasi

MADINA – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) setiap tanggal 9 September menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk membenahi sektor keolahragaan. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), berbagai program strategis disiapkan guna membawa arah olahraga di Madina menjadi lebih maju dan terarah.

Kepala Dispora Madina, Drs. Parlin Lubis, AP, M.Si., mengungkapkan tiga program andalan yang menjadi fokus utamanya. Program tersebut meliputi penyusunan regulasi keolahragaan, pembinaan atlet usia dini, hingga pemberian tali asih bagi atlet berprestasi.

“Dinas Pemuda dan Olahraga terus mendorong pembangunan keolahragaan yang semakin terarah, berkelanjutan, dan berbasis potensi daerah. Pembinaan olahraga harus dimulai sejak usia dini, diperkuat melalui satuan pendidikan dan klub olahraga, serta dilanjutkan dengan pembinaan prestasi yang sistematis,” kata Parlin dalam momentum Haornas 2026.

Untuk mengimplementasikan komitmen tersebut, Dispora Madina merancang sejumlah langkah konkret.

Langkah tersebut adalah peningkatan jualitas SDM. Hal ini berkaitan dengan meningkatkan kompetensi tenaga keolahragaan melalui sertifikasi wasit, juri, dan pelatih secara bertahap sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Kemudian penyusunan desain besar olahraga daerah. Parlin mengatakan kolaborasi antara Dispora dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan seluruh cabang olahraga (cabor) untuk menyusun panduan pembangunan olahraga jangka panjang.

Dispora juga kedepan menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) yang nantinya ditingkatkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada tahun 2027 tentang keolahragaan. Regulasi ini dirancang untuk melibatkan dunia usaha dan perusahaan lokal dalam pendanaan, pembinaan, serta penyediaan sarana olahraga.

Parlin juga menyoroti fenomena perpindahan atlet asal Madina ke daerah lain akibat minimnya perhatian. Menanggapi persoalan tersebut, pihaknya bersama DPRD Madina tengah memperjuangkan skema tali asih dan apresiasi yang lebih memadai agar atlet lokal tetap memprioritaskan daerah asalnya di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

“Sejak bertugas di Dispora pada 11 Juni lalu, kami menginventarisir masalah ini. Kejadian atlet pindah membela daerah lain tidak boleh terulang. Harus ada hubungan emosional dan kepedulian dari pemerintah daerah terhadap para atlet,” tegas Parlin. (FAN)