Habib Atthos dari Yaman Salawat Bersama Ribuan Warga Madina

MADINA, Mohga – lautan manusia yang diperkirakan mendekati jumlah sepuluh ribu orang memadati halaman dan gedung masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) guna menybut kedatangan Habib Athos Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafidz pada Rabu malam (23/08/2023)

Turut hadir dalam kesempatan tersebut
Bupati HM Jafar Sukhairi dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi bersama pimpinan OPD serta unsur Forkopimda Madina.

Sekadar informasi, Habib Athos merupakan saudara kandung dari Habib Umar yang berasal dari Kota Tarim, Yaman. Keduanya merupakan ulama kesohor dunia di era modern yang telah malang melintang dalam berdakwah menyiarkan ajaran Islam.

Pantauan wartawan, masyarakat telah berkumpul meramaikan masjid Agung Nur Ala Nur sejak maghrib dan dengan setia menanti kedatangan Habib Athos yang tiba di masjid sekitar pukul 21:30

Seperti diberitakan sebelumnya, Habib Athos berkesempatan hadir di bumi gordang sambilan setelah mendarat di Bandar Udara Internasional Silangit, Tapanuli Utara pada Rabu siang (23/08/2023) dan dijemput oleh rombongan Pemkab menuju rumah dinas Bupati Madina untuk dijamu sebelum beranjak ke masjid Agung.

Pada kesempatan tersebut, Habib Athos tak sampai memberikan ceramah, melainkan berdzikir dan melantunkan sholawat bersama para jemaah selama sekitar satu jam. Habib Athos dijadwalkan memberikan ceramah di waktu Subuh, Kamis (24/03/2023).

Dalam sambutannya, Bupati Sukhairi menyampaikan rasa syukur akan kedatangan ulama kesohor yang merupakan Dzurriyah Nabi Muhammad S.A.W.

“Alhamdulillah, ini suatu kebanggan bagi kita bisa melihat langsung keturunan Rasulullah, dan beliau bersedia menginap di rumah dinas bupati yang merupakan rumah seluruh masyarakat Madina. Semoga kedatangan serta doa dari beliau diiringi nikmat keberkahan dari Allah Swt untuk Kabupaten Madina. Dan saya harap, besok subuh kita sama sama berhadir dan mendengar ceramah dari Habib Athos,” ucap Sukhairi.

“Kami juga berharap, peraturan daerah mengenai subuh berjemaah juga semakin diindahkan oleh masyarakat Madina,” pungkas Sukhairi. (MN-07)