Gedung Baru RSUD Panyabungan Bisa Tampung Pasien Rujukan dari Tabagsel

MADINA – RSUD Panyabungan di Panatapan, Desa Parbangunan, disiapkan sebagai hub regional dan rujukan bagi pasien dari kabupaten/kota di sekitar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) atau Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Hal itu diungkapkan Direktur RSUP H. Adam Malik Medan dr. Zainal Syafri usai meninjau progres pembangunan RSUD Panyabungan bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution didampingi Direktur dr. Muhammad Rusli Pulungan pada Jumat, (21/2/2025).

“Ini, kan, di ujung ini, ujung Sumut, terus ada beberapa kabupaten di sampingnya yang penduduknya padat. Jadi, ini akan jadi hub regional,” kata Zainal Syafri.

Zainal Syafri menyebutkan, RSUP H. Adam Malik sebagai pengampu rumah sakit daerah di Provinsi Sumatera Utara saat ini sedang fokus pada pembangunan RSUD Panyabungan.

Dia menambahkan program pembangunan rumah sakit daerah yang melayani pengobatan jantung, kanker, ginjal, dan stroke pada Kementerian Kesehatan sudah berlangsung dalam dua tahun terakhir.

“Karena kaya stroke dan jantung itu waktunya cuma dua jam harus diintervensi,” kata dia.

Terkait progres pembangunan gedung baru RSUD Panyabungan, Zainal menilai saat ini tinggal finishing dan bersih-bersih. Namun, hal itu masih butuh waktu dan kerja keras.

“Dan itu perlu effort dan kami sudah merecanakan timeline-nya,” tutup dia.

Sementara itu, Wabup Madina Atika Nasution menyebutkan, pengoperasian RSUD Panyabungan akan menjawab ketersediaan kamar yang saat ini menjadi kendala di rumah sakit daerah.

Atika mengatakan satu gedung sudah masuk tahap finishing dan dibutuhkan kolaborasi sehingga perpindahan nantinya berjalan lancar.

“Tentu hal-hal teknis perlu kolaborasi bersama sehingga nanti operasional rumah sakit bisa smooth, bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata dia.

Hasil tinjauan hari ini, lanjut Wabup Atika, akan menjadi catatan dan masukan untuk dievaluasi sebelum peresmian. Atika berharap pembangunan rumah sakit bisa segera rampung dan dioperasikan.

“Sehingga keluhan masyarakat yang over-kapasitas terus di rumah sakit yang sekarang, pelayanan semakin bagus, kamar terus tersedia,” tutup peraih dua rekor MURI ini. (FAN)