FR dan AN Terjaring Razia Satpol PP Madina dari Kamar Hotel

MADINA, Mohga – Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali melakukan pperasi penyakit masyarakat di sejumlah hotel dan tempat hiburan malam dibilangan pusat Panyabungan, Minggu (15/1/2023) dini hari pukul 00.30 WIB.

Operasi atau razia pekat ini hanya menemukan sepasang kekasih. Keduanya yaitu FR (27) dan AN (20) merupakan warga Kecamatan Panyabungan

Razia kali ini dilihat tidak seperti biasa. Pasangan tidak muhrim hanya sepasang ditemukan di dalam kamar hotel.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Madina Ismail Saleh Dalimunthe usai pelaksanaan razia mengatakan operasi pekat itu merupakan atensi secara mendadak atas perintah Bupati H. Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution kepada Kasatpol PP Drs Lismulyadi Nasution.

“Atensi Bupati ke Kasatpol PP tadi malam itu mendadak, makanya kita langsung turun dengan keterbatasan personil,” katanya.

Ismail menjelaskan, sepasang yang terjaring tersebut sudah diselesaikan di kantor Satpol PP dengan cara membuat surat perjanjian serta dijamin oleh orangtua atau keluarga dekat masing-masing.

“Dalam setiap pelaksanaan operasi pekat, Pak Kasat mengarahkan kita untuk tetap bersikap humanis. Alhamdulillah tadi malam tidak ada perlawanan apapun dari pihak hiburan malam atau hotel, kita tetap mengimbau mereka agar mematuhi aturan yang berlaku baik di Perbub maupun Perda,” jelasnya.

Kasatpol PP Madina Drs Lismulyadi Nasution menambahkan, kegiatan operasi pekat merupakan atensi rutin yang dilakukan oleh Satpol PP.

Eks Kadis Pendidikan Madina ini menyebut, operasi pekat dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah bagi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan terlarang.

“Razia itu adalah kegiatan rutin Satpol PP sebagai penegak Perda (Peraturan Daerah). Tentunya secara perlahan akan kita minta pemilik hotel maupun pemilik tempat hiburan malam agar mematuhi peraturan, tentunya secara humanis dan pendekatan,” ujarnya.

Lismulyadi menambahkan pelaksanaan operasi pekat adalah salah satu langkah untuk memperbaiki Kabupaten Madina sebagaimana makna dari jargon ‘Madina Berbenah’. (MN-08)