PANYABUNGAN, – Forum Kerukunan Umat bragama (FKUB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyelenggarakan kegiatan dialog tokoh lintas agama terkait moderasi beragama, toleransi dan kerukunan umat beragama, Selasa (25/8/2021) di aula hotel Madina Sejahtera.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Mandailing Natal diwakili Kepala Badan Kesbangpol, Muhammad Amin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Madina AKB. Horas Tua Silalahi, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ahmad Qosbi, Ketua STAIN, Kabag Kesra, Komandan Roramil Panyabungan.
Ketua FKUB Madina, Imron Rosadi didampingi Seketaris Ahmad Asrin kepada media menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk sharing atau tukar menukar informasi di antara tokoh berbagai agama yang ada di Madina antara lain Islam, Kristen dan Katolik, dalam kerangka memupuk kerukunan antar umat beragama yang sudah terbina dengan baik selama ini.
Selanjutnya bertujuan untuk mendeteksi sedari dini setiap potensi-potensi konflik yang mungkin dapat mengganggu kerukunan ummat beragama di masa mendatang.
Peserta kegiatan ini berjumlah 45 orang diantaranya adalah para pengurus FKUB Madina, Kepala KUA, guru agama, pengurus Ormas Keagamaan seperti MUI, Muhammadiyah, NU, PGI, KWI, Al Washliyah, penyuluh agama, dosen STAIN Madina, muballigh, dan pendeta
Bupati Madina, Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution mengapresiasi kegiatan dialog tokoh lintas agama ini. Sebab, persoalan kerukunan adalah persoalan yang sangat penting dan itu menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah tetapi seluruh masyarakat khususnya para tokoh lintas agama sangat berperan bahkan dapat menjadi kunci penguatan kerukunan di tengah masyarakat.
“Pemerintah akan senantiasi siap mendukung program kerja FKUB sesuai dengan peraturan perundangan yang ada,” ujar Bupati yang disampaikan Kepala Badan Kesbangpolinmas
Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi selalu narasumber dalam kegiatan tersebut dengan materi “Pentingnya Upaya Membangun Pola Kemitraan dalam Pemeriharaan Kamtibmas
Kemudian, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madina, Ahmad Qosby yang juga selaku narasumber dengan materi ‘Kebijakan dan Konsep Moderasi Beragama. Dan, Kepala Badan Kesbangpol, Muhammad Amin menyampaikan materi ‘Peran Strategis pemerintah dan Pemerintah Daerah sebagai Fasilitator dalam Mewujudkan kerukunan Umat Beragama.
Kapolres Madina memaparkan pentingnya peran tokoh agama untuk mendorong timbulnya kesadaran masyarakat dalam mentaati hukum, pola kemitraan dengan masyarakat adalah kunci terwujudnya Kamtibmas / kerukunan di tengah masyarakat tidak semata-mata dengan pendekatan hukum, tetapi pendekatan dengan menggunakan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut.
Sementara Kepala Kantor Kemenag menekankan pentingnya memaknai moderasi dalam kehidupan, bahwa sebagai penganut agama kita ditunutut untuk meyakini agama kita, tatapi pada sisi yang lain faktanya bahwa kita terlahir beraneka ragam yang harus saling memahami dan saling menghormati satu sama lain, papar beliau.
Dialog berjalan cukup baik diselingi dengan tanya jawab antara lain dari peserta, yaitu Isnaini Berhanuddin, selaku penyluh agama islam PNS, M. Azwar dari Pengurus Al Washliyah, Leonardo Napitululu tokoh pemuda Kristen, Aman selaku Kepala KUA Hutabargot dan Mukhlis Lubis selaku Dosen STAIN Madina. (MN-01/rel)











