SEPERTI biasa, setiap hari Sabtu jadwalku masuk kuliah di pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syeh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Ini hari pertama masuk tatap muka setelah masuk semester ganjil, dua pekan ini kami kuliah daring.
Sorenya seusai kuliah, saya dan beberapa teman diskusi di salah satu coffee shop di jantung Kota Padangsidimpuan, namanya LOPO Mandheling Coffee. Biasanya waktu ngopi ini kami manfaatkan untuk diskusi tentang tugas kuliah dan lainnya, seperti merencanakan tugas PKM (Pengabdian Kepada Masyarakar), termasuk juga soal penelitian untuk melengkapi tugas akhir kuliah yaitu menyusun Tesis.
Di coffee shop itu, ketemu pula lah sama beberapa teman wartawan, kalau boleh saya bilang mereka ini Punggawa-nya Kota Padangsidimpuan, di bidang Pers. Ada Oryza Pasaribu: wartawan Kompas wilayah Tabagsel, Samman Siahaan: wartawan JawaposDaily wilayah Tabagsel, dan Arif Nasution: wartawan LKBN Antara. Kami bertukar informasi seputar wilayah tugas masing-masing.
Cerita kami pun wara-wiri, lalu teringatlah aku sama Bang Wira, Kedan Lama yang baru bertugas di Kota Padangsidimpuan. Bang Wira (AKBP Dr Wira Prayatna SIK SH MH) bulan Agustus kemarin diberikan pak Kapolri amanah menjabat sebagai Kapolres Padangsidimpuan. Saya bilang sama teman-teman: itu kedan lama kita, orangnya supel, dulu beliau pernah tugas di Madina dan sangat komunikatif dan interaktif sama wartawan. Lalu saya mencoba mengirim whatsapp sekedar menanyakan kabar dan memberitahu kalau saya sedang di Padangsidimpuan. Kebetulan saya mengirim pesan whatsapp itu sudah menjelang magrib, dan pesan pun berbalas. Bang Wira bilang dia sedang di jalan menuju Sidimpuan.
Berselang beberapa menit kemudian, pesannya datang lagi: Pak Ridwan di mana? Saya solat sebentar ya….
Kalimat ini sering saya dengar sewaktu beliau masih bertugas sebagai Kepala satuan reserse kriminal Polres Mandailing Natal, sekitar tahun 2014 hingga 2015 yang lalu. Saat itu saya ditugaskan pimpinan media (koran harian Metro Tabagsel) untuk pos di Polres. Zaman itu surat kabar koran masih jawara, semua orang masih baca koran, di meja lopo kopi selalu ada koran, dan berita paling laku adalah berita kriminal. Mungkin karena itu pimpinan media tempat kami bekerja selalu menugaskan kami berjaga di kantor polisi.
Selama Bang Wira bertugas di Madina, hampir setiap hari kami ketemu, terkhusus kalau ada pelaku kejahatan yang ‘dipetik’ dari sarangnya, kami diundang untuk pres release atau konfrensi pers. Yang sangat menarik dari kepribadian Bang Wira ini, sedang bertugas pun kalau waktu salat sudah tiba, beliau ini sering bilang “saya salat sebentar, baru kita mulai” katanya. Akhirnya saya pun beberapa kali ikut salat di ruang kerjanya. Teduh rasanya kalau berkawan sama orang yang suka beribadah.
Kembali ke cerita tadi malam. Selepas salat magrib, kami yang mengambil posisi meja di belakang, Bang Wira tiba, tanpa pengawalan, tanpa seragam Polri, kami duduk sama rata di atas meja yang sederhana.
Dua jam kami cerita tentang banyak hal seputar Mandailing Natal dan Kota Padangsidimpuan, tentang kamtibmas, tentang kerawanan sosial, bertukar informasi dan pendapat tentang kasus-kasus mencolok baik saat ini maupun situasi dahulu sewaktu ia berdinas di Madina. Tidak ada yang berubah dari sosok perwira menengah Polri ini. Cuma sedikit saya lihat beda, uban mulai tumbuh di rambutnya. Hehehe. Maklum, dulu di Madina anaknya masih satu, sekarang ternyata anaknya sudah tiga.
Di luar itu, tak ada yang berubah. Sikap beliau masih sama dengan yang dahulu, orangnya supel: ramah, sopan berbicara, mudah bergaul dan menyesuaikan diri.
Di ujung diskusi kami, Bang Wira masih menitip salam sama teman-teman wartawan yang dulu pos di Polres Madina. Ia juga menyampaikan pesan agar sama-sama menjaga kamtibmas dan berharap pers menjadi pelopor keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Selamat betugas Bapak Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr Wira Prayatna SIK SH MH, semoga lancar dan sukses dalam karir dan jabatan.
MUHAMMAD RIDWAN LUBIS
Ketua PWI Kabupaten Madina












