MADINA, Mohga – Bupati Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution mengimbau warga Madina selalu berhati-hati dengan peredaran beras sintesis.
Beras sintesis memiliki warna bening. Beras plastik sintesis ini mengeluarkan aroma sangit saat dimasak.
“Kita meminta masyarakat agar waspada, kita tidak bilang beras sintesis sudah masuk ke Madina, tapi warga kita minta waspada, belanjalah di toko beras yang sudah resmi mendapat izin dari pemerintah,” katanya, Senin (9/10/2023).
Bupati juga memerintahkan dinas perdagangan untuk selalu aktif melakukan peninjauan dan mengecek langsung ke pasar-pasar yang ada di Madina tentang keberadaan beras sintesis ini.
“Dinas perdagangan harus aktif kroscek perkembangan yang ada di pasar termasuk isu beras sintesis ini,” tegasnya.
Kepala Dinas Perdagangan Madina, Parlin Lubis mengaku anggotanya di lapangan selalu aktif melakukan pemantaun bahan pangan pokok seperti di pasar.
Namun, Parlin mengaku Dinas Perdagangan hanya sebatas melakukan update data soal harga bahan pangan pokok.
“Kita hanya bekerja untuk update harga bahan pangan pokok. Kalau soal beras sintesis itu ke Dinas Ketahanan Pangan dan BPOM selalu pemeriksa obat-obatan pada makanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Parlin mengaku sampai hari ini, isu peredaran beras sintesis di Kabupaten Madina sendiri belum pernah ditemukan di pasaran.
Dilansir dari berbagai media nasional, pasar Kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat diisukan sudah beredar beras sintetis yang dibuktikan dengan salah seorang warga dilarikan ke rumah sakit akibat mengonsumsi beras sintesis.
Bukittinggi diketahui berjarak dekat dengan Kabupaten Madina. Jarak tempuh dari Bukittinggi ke Madina sekitar 160 kilometer.
Secara otomatis, penyebaran beras sintetis ini sudah dekat ke Kabupaten Madina. (MN-08)









