MohgaNews|Madina – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Fadhillah Syarif SH memberitahukan bahwa anggaran penyelenggaraan Pilkada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina tahun 2020 belum bisa dicairkan. Hal ini berdampak pada pencapaian kinerja dan tahapan yang terus berjalan.
Hal itu disampaikan Syarif pada pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 23 Kecamatan pada Sabtu (29/2) kemarin.
Syarif menyebut, pihaknya kesulitan melaksanakan tahapan yang terus berjalan bila tidak didukung dengan anggaran.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis mengatakan, ia telah menyampaikan ke Pemkab Madina supaya anggaran Pilkada yang sudah ditetapkan agar segera diproses pencairannya agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan tahapan-tahapan yang ada.
“Saya sudah dengar apa yang disampaikan dan dikeluhkan Ketua KPU Madina. Mengenai anggaran yang belum turun, saya sudah sampaikan ke Pemkab Madina agar segera diproses dan dicairkan. Karena tidak mungkin juga tahapan bisa berjalan kalau anggarannya tak ada,” kata Erwin.
Dapat diketahui, hingga penghujung bulan Februari, anggaran penyelenggaraan Pilkada baik untuk KPU maupun Bawaslu untuk tahun 2020 sampai saat ini belum dicairkan. Padahal KPU dan Bawaslu sudah padat tahapan yang mereka jalankan. Seperti saat ini, KPU telah merekrut dan melantik PPK di 23 Kecamatan dengan jumlah petugas sebanyak 115 orang. Begitu juga dengan Bawaslu yang telah melaksanakan tahapan perekrutan dan pelantikan Panita Pengawas Kecamatan di 23 Kecamatan.
Saat ini, KPU maupun Bawaslu Kabupaten Madina sedang melakukan tahapan perekrutan PPS untuk KPU dan PPL atau PKD untuk Bawaslu. (MN-01)











