MADINA – Rio (14), seorang remaja asal Desa Kuala Batahan, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terpaksa dilarikan ke puskesmas setempat setelah diserang seekor buaya di area pinggir pantai sekitar Sungai Batahan, Kamis (25/6/2026) sore.
Korban menderita luka-luka di bagian tangan serta kaki dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif.
Peristiwa bermula saat korban sedang beraktivitas mencari kepiting di tepi pantai. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dan langsung menyerang remaja tersebut. Beruntung, korban berhasil diselamatkan dan langsung dievakuasi oleh warga sekitar.
Pimpinan Tim Medis Puskesmas Batahan, Wira Murti, S.Keb.Bdn., M.K.M., membenarkan adanya pasien korban serangan buaya yang masuk ke fasilitas kesehatan tersebut sekitar pukul 15.30 WIB.
“Benar, sekitar pukul 15.30 WIB atau selepas waktu salat Ashar, seorang anak dilarikan ke Puskesmas Batahan dengan dugaan kuat diserang buaya. Begitu tiba, pasien langsung kami tangani di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh tenaga medis yang bertugas,” kata Wira saat dikonfirmasi.
Wira memastikan bahwa korban telah mendapatkan tindakan medis yang menyeluruh untuk mencegah infeksi dan mempercepat pemulihan.
“Seluruh luka robek di bagian tangan dan kaki sudah selesai dijahit dan kami telah memberikan obat-obatan yang sesuai. Saat ini kondisi perkembangan korban terus dipantau secara ketat oleh tim medis,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kuala Batahan, Samsi, mengungkapkan bahwa kawasan pantai dan muara sungai tersebut memang menjadi spot favorit warga lokal untuk mengais rezeki. Selama ini, masyarakat menganggap area tersebut relatif aman.
“Warga memang biasa memancing dan menangkap kepiting di pinggir pantai itu, jadi selama ini tidak menaruh curiga atau kewaspadaan berlebih. Kejadian ini tentu menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk lebih berhati-hati,” tutur Samsi.
Insiden ini kembali mencuatkan urgensi bagi pihak berwenang, khususnya balai konservasi satwa setempat, untuk turun tangan memberikan edukasi, memasang papan peringatan, atau memetakan zonasi aman guna meminimalkan risiko serangan buaya yang berulang di masa mendatang.
(MAD)






