Warga Sering Blokade Jalan Menuju Pembuangan Sampah, ini Respon Atika

PANYABUNGAN BARAT – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution belum mau memberikan keterangan terkait tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Batanggadis, Kecamatan Panyabungan Barat yang belakangan ini jadi masalah

Masyarakat merasa terganggu atas keberadaan TPA karena sampah berserakan dibongkar sembarangan bahkan sering ditemukan berserakan. Tidak tahan dengan kondisi ini, warga pun sering melakukan blokade jalan menuju TPA.

Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi didampingi kepala dinas lingkungan hidup, Kasmir Nasution beserta Camat Panyabungan Barat dan beberapa pejabat daerah meninjau langsung ke lokasi TPA.

Kepada wartawan, Atika menyebut kunjungan ini untuk melihat kondisi riil di lokasi TPA. Ia mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan rapat lintas organisasi perangkat daerah mencari solusi permasalahan tersebut.

“Kita akan adakan rapat penanganan sampah dalam minggu ini. Saya belum bisa memberikan keterangan. Insya Allah, setelah rapat dengan instansi-instansi terkait kita akan sampaikan ke publik,” kata Atika, Rabu (24/11/2021) di lokasi

Pantauan MohgaNews,, kondisi sampah terlihat tidak terurus. Bahkan, sampah sudah mulai berserakan menuju jalur ke TPA. Akibatnya, warga sempat memblokir jalan ke TPA pada Selasa (23/11) kemarin.

Selain itu, terungkap bahwa alat pemilah sampah yang telah ada sejak pertengahan tahun 2000 hingga hari ini tak pernah digunakan.

Muhammad Yusuf, salah satu warga Batanggadis menyampaikan masyarakat sangat terganggu dengan sampah yang dibongkar sembarangan.

Ia mengaku dengan kondisi tersebut sempat membuat warga melakukan blokade jalan ke TPA.

“Warga sangat terganggu atas keberadaan sampah yang berserakan. Blokade pun sering dilakukan. Persoalan ini sudah sering kita keluhkan, namun tetap terulang,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan warga bernama Raja, Ia menambahkan tidak terurusnya saluran air sampah berdampak pada tanaman warga di sekitar lokasi.

“Air sampah yang tidak mengalir dengan baik berakibat pada matinya beberapa tumbuhan warga di sekitar lokasi,” katanya.

Warga berharap pemerintah memperhatikan pengelolaan sampah di TPA sehingga ke depan tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat. (MN-08)